Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Info Today

Pertamina Tambah Kapasitas Produksi Geothermal Lahendong

Redaksi Manado Today   |   19 Maret 2011 – 07:22 WITA

Jakarta Today – Anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), tahun ini menambah kapasitas produksi energi panas bumi sebesar 20 Megawatt (MW) sehingga total kapasitas terpasang untuk memroduksi energi panas bumi menjadi 292 MW.

Menurut Sekretaris Perusahaan pada PT Pertamina Geothermal Energy Adiatma Sardjito di Jakarta, tambahan kapasitas tersebut berasal dari pengoperasian Lapangan Lahendong Unit 4 yang berada di Tomohon, Sulawesi Utara. “Lahendong Unit 4 ditargetkan beroperasi bulan Oktober mendatang. Sekarang masih dalam tahap pemasangan pipa,” kata dia.

Sampai akhir tahun 2010, Adiatma menjelaskan, PT Pertamina Geothermal Energy mengelola sejumlah wilayah kerja pengusahaan energi panas bumi yang antara lain meliputi Sibayak (Sumatera Utara), Sungai Penuh (Jambi), Hululais (Bengkulu), Tompaso (Sulawesi Utara), Lahendong (Sulawesi Utara), Ulubelu (Lampung), Lumut Balai (Sumatera Selatan), Kamojang (Jawa Barat), dan Kotamobagu (Sulawesi Utara).

Diantara wilayah-wilayah kerja tersebut, baru Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Kamojang, Lahendong dan Tompaso; serta Sibayak yang sudah beroperasi. Kapasitas terpasang PLTP di lokasi-lokasi itu berturut-turut 200 MW, 60 MW dan 12 MW atau total 272 MW.

Potensi energi terbarukan bersumber panas bumi di Indonesia sangat besar, diperkirakan 29 Gigawatt (GW), namun baru sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk menyuplai energi listrik.

Padahal, menurut Adiatma, investasi produksi energi dengan sumber panas bumi cukup rasional yakni sekitar 3,5 juta dolar AS per MW. “Pasar juga ada dan masih terbuka,” katanya serta menambahkan selama ini energi panas bumi yang dihasilkan PT Pertamina Geothermal Energy dibeli oleh PT PLN.

PT Pertamina Geothermal Energy pun, kata dia, akan terus meningkatkan kapasitas produksinya dan menargetkan dapat mencapai kapasitas produksi energi panas bumi sebesar 1.322 MW pada 2015.

Lebih lanjut dia menjelaskan pula bahwa saat ini masih ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam pengusahaan energi ramah lingkungan tersebut, diantaranya pengurusan berbagai perizinan di daerah.

“Tapi sudah lumayan berkurang setelah dimonitor langsung oleh UKP4 (Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan) dan kantor Wakil Presiden,” katanya.

Redaksi: Rafly Irwan

Sumber: antara

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading