Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

Perusahaan Perikanan di Bitung Mengaku Kekurangan Bahan Baku Ikan

Aldy Monareh   |   16 Juni 2012 – 15:47 WITA

Diduga Karena Maraknya Aksi Illegal Fishing

BITUNG, (manadotoday.com) – Sejumlah Perusahaan di Kota Bitung yang bergerak di bidang Perikanan, mengaku bahwa saat ini jumlah pasokan bahan baku Ikan dari hari ke hari kian menurun. Hal ini disebabkan jumlah Kapal penangkap Ikan yang datang ke Bitung semakin berkurang. Ditenggarai semakin kurangnya ketersediaan bahan baku disebabkan karena masih maraknya Illegal fishing yang terjadi di Indonesia.

”Banyak Kapal yang lebih memilih menjual hasil tangkapan ke negara tetangga seperti Filiphina, karena dinilai lebih menguntungkan meskipun secara illegal. Buktinya setaip hari bayak Kapal yang ke luar tetapi hanya sedikit yang datang membawa hasil,” ungkap salah satu pengusaha Perikanan, yang enggan dipublikasikan.

Menurutnya aksi illegal fishing ini bukan hal baru, sebab aksi ini sudah lama berlangsung dan terkesan sulit dihentikan oleh aparat penegak hukum. Padahal antara pemerintah Kota Bitung dan instansi terkait sudah melakukan MoU untuk mengatasi illegal fishing ini, namun anehnya tidak bisa menghentikan aksi ini.

”Kami berharap seluruh pihak terkait punya keseriusan dalam memberantas aksi illegal fishing ini, agar dunia usaha Perikanan di Bitung tidak akan tutup,” katanya lagi.

Aksi illegal fishing yang terjadi di Perairan Indonesia, juga dibenarkan oleh anggota Asosiasi Kapal Perikanan Nasional (AKPN) Kota Bitung Decky Sompotan. Menurutnya, adanya illegal fisihing ini karena beberapa bulan terakhir ini Perusahaan Perikanan di Kota Bitung krisis bahan baku, karena pasokan Ikan ke sejumlah Perusahaan turun drastis.

”Terang saja jika illegal fishing terus dibiarkan sejumlah Perusahaan Perikanan terancam tutup.Sebab perusahaan dipastikan tidak akan mampu membiayai operasional sementara jumlah produksi dari hari ke hari terus mengalami penurunan,” tandasnya.

Dan akibatnya jika hal ini terjadi dapat dipastikan akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran dan dampaknya pasti akan timbul kerawanan sosial.

”Kami minta Pemerintah pusat menyelesaikan hal ini. Karena pemerintah daerah, DPRD dan instansi yang berwenang menangani hal ini dan terkesan tidak bisa berbuat apa-apa, terbukti aksi illegal fishing sudah lama terjadi tapi tidak bisa dihentikan,” pungkasnya. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading