Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa Selatan

Petani Kopra di Minahasa Selatan Menjerit

David Masengi   |   28 September 2012 – 10:35 WITA

AMURANG, (manadotoday.com) – Semakin terpuruknya harga Kopra yang merupakan komoditi andalan di Sulawesi Utara, membuat Petani Kopra di Minahasa Selatan menjerit. Hal ini dikarenakan harga Kopra di tingkat Petani,saat ini turun hingga di kisaran Rp 3800 per Kg, yang dinilai tidak lagi mencukupi kebutuhan Petani.

”Terus terang penghasilan kami dari hasil Kopra, saat ini tidak lagi mencukupi biaya hidup,” tandas Maxri Pongantung Petani Kopra asal Kumelembuai.

Ia berharap peran pemerintah Sulut dan Pemkab Minahasa melakukan intervensi harga terhadap komoditi andalan ini dapat dilakukan, sehingga Petani Kopra di Minsel dan Sulut pada umumnya akan sejahtera. Apalagi Kopra merupakan komoditi andalan Sulut.

”Memang harga Kopra ditentukan pasar. Namun pemerintah juga wajib memperjuangkan harga Kopra untuk peningkatan Kesejahteraan para Petani,” ujarnya.

Idealnya kata Pongantung harga Kopra Rp 10 Ribu per Kg, agar kebutuhan hidup dapat terpenuhi. ”Selain itu dengan harga yang layak, Petani juga menyisihkan penghasilan untuk masa depan dan biaya pemeliharaan tanaman termasuk bisa membeli pupuk,” tukasnya. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading