Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa Tenggara

Polda Diminta Investigasi Tender DAK Pendidikan Mitra

Staff Manado Today   |   13 Oktober 2011 – 09:09 WITA

Ratahan Today – Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Minahasa Tenggara (Mitra) sebesar Rp 13,2 Milliar yang diduga bermasalah kini mendapat perhatian serius banyak kalangan. Polda Sulut diminta untuk melakukan Investigasi terhadap proses tender yang dilakukan.

Pasalnya ketika proses tender dilakukan oleh pihak panitia, disinyalir bermasalah karena bertentangan dengan peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 yang mengatur tentang Pengadaan Barang/Jasa.

Untuk itu mewakili para kontraktor yang merasa dirugikan dalam proses tender seperti Didi Lengkey dan Johan R angkat suara.

Keduanya meminta jajaran Polda Sulut untuk melidik proses pengadaan dana yang bersumber dari DAK Pendidikan 2011 di Mitra. “Ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan Kami terhadap proses tender yang dilakukan pihak panitia, karena sudah tidak mengacu lagi pada aturan. Untuk itu kami sangat harapkan agar pihak Polda Sulut dapat melidik proses tender ini. Kejangalan yang ditemui ketika proses pentenderan itu dilakukan ada ketimpangan ketika pentenderan berlangsung, dimana telah terjadi pemindahan sampul dari kotak yang satu ke kotak yang lain, itu terjadi pada saat pembukaan penawaran. Dan pada saat penawaran dalam sampul terdapat tiga perusahan, semestinya per sampul untuk satu perusahaan, ”koar keduanya.

Sementara Sekretaris Minahasa Tenggara Corruption Watch (MTCW) Jeffry Oding Rantung dan Sekretaris LSM Manguni Makasiouw Handry Angly Pangau, mengatakan dugaan kongkalingkong tender DAK di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disppora) Mitra, makin terungkap. Untuk itu pihaknya mendesak panitia/pokja ULP, agar membatalkan seluruh proses tender di Disppora, sesuai amanat Perpres 54 tahun 2010, karena kuat dugaan terjadi KKN.

“Kami mengundang pihak Polda Sulut, melakukan investigasi melekat, karena hal ini sudah sangat terang benderang dan nyata ada permainan kotor dari panitia dengan modus operandi gratifikasi, yang deliknya adalah ancaman penjara seumur hidup, jika terbukti PNS menerima suap. Karena sesuai info yang kami terima jika Ketua Panitia diduga ada pengembalian uang pada rekanan yang terlanjur memberikan uang pada panitia, namun tidak dimenangkan oleh panitia. Kami minta aparat Polda lakukan penyelidikan atas semua indikasi-indikasi ini,” tandas Oding yang diiyakan Angly.

Sementara itu, Ketua Panitia tender DAK Pendidikan 2011 Budi Raranta, yang dikonfirmasikan serta dimintai tanggapannya, oleh sejumlah wartawan, mengatakan dirinya belum ingin menanggapinya. “Saya masih no comment, ”jawabnya. (vel)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading