Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Tomohon

Poli Buka Naskah UASBN di SD GMIM IV Tomohon

Ardi Kalumata   |   7 Mei 2012 – 09:16 WITA
sekkot Tomohon

Sekkot Tomohon Arnold Poli saat membuka naskah UASBN

TOMOHON, (manadotoday.com)—Walikota Tomohon yang diwakili Sekretaris Kota (Sekkot) Tomohon Drs Arnold Poli SH MAP Senin (7/5) membuka naskah Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di SD GMIM IV Tomohon.Tepat pukul 07:50 Wita, Sekot yang didampingi Kadis Dikpora Kota Tomohon Drs Wendy Karwur dan Kabid Pendidikan Dasar Dikpora Tomohon M Pondaag SPd membuka naskah.

Usai membuka naskah, Poli meminta kepada para peserta ujian agar menjawab pertanyaan dengan teliti dan tidak terburu-buru.
‘’Konsentrasi agar dalam menjawab tidak akan kesulitan,’’ katanya.

Usai membuka naskah di SD GMIM IV Tomohon, dilanjutkan peninjauan ke SD Katolik St Clara Tomohon.

Ketua DPRD Tomohon Andy R Sengkey SE membuka naskah di SD katolik I Tomohon, Wakil Ketua DPRD Dra Vonny Paat di SD GMIM VIII Tomohon serta Wakil Ketua DPRD Marthen M Manopo di SD GMIM VII Tomohon.

Sementara Komisi C DPRD Tomohon di SD Negeri II Tomohon.

Peserta UN SD tahun 2012 kata Kadis Dikpora Drs Wendy Karwur yang didampingi kabid Dikdas M Pondaag SPd mengatakan, berjumlah 1.683, terbagi di 65 SD yang ada di Kota Bunga Tomohon.

‘’Kami sangat optimis akan memperoleh tingkat kelulusan yang baik mengingat persiapan, maupun kesiapan dari pihak penyelenggara maupun peserta sangat baik,’’ tukas Karwur. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • ari mengatakan:

    Kalu dinas propinsi cuma diperintah oleh dinas kabupaten/kota mo jadi apa ini nasib para guru. Ada baiknya setiap instansi itu diperintah oleh aturan yg berlaku. Masakan dinas baik propinsi maupun kota tidak ada landasan berpijak tentang kepsek yg diangkat oleh Yayasan. Kita harus banyak belajar dari yayasan lain yang juga mengkoleksi banyak guru PNS tapi mereka mengangkat dan memberhentikan sendiri kepseknya, hal ini krn memang mempunyai aturan yg jelas bukan mengada-ada seperti di tomohon, terlalu banyak di intervensi oleh dinas diknas.
    Walikota harus mengambil langkah tegas tentang masalah ini dgn tetap berpedoman pada aturan yg berlaku, jgn biarkan dinas diknas yg membina para pendidik dipimpin oleh kadis bergaya preman (kalu mo bukti cek di kantor langsung).

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading