Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Nusa Utara

Proyek TP DP3K Sangihe Berbandrol Rp 4,3 Miliar Diduga Fiktif

Redaksi Manado Today   |   24 Februari 2012 – 19:06 WITA

Tahuna, (manadotoday.com) – Satu-persatu dugaan penyimpangan yang mengarah pada tindak pidana korupsi di sejumlah SKPD yang ada di lingkup Pemkab Sangihe mulai mengapung ke permukaan.
Jika sebelumnya kasus pengadaan bibit pohon fiktif di Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang akhirnya meyeret mantan Kepala Badan dan Kepala Badannya serta dua orang kontraktornya ke jeruji besi.
Kini kasus serupa juga diduga terjadi di Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Sangihe, dimana proyek Tugas Pembantuan (TP) Tahun Anggaran (TA) 2011 yang berbandrol Rp 4,3 miliar untuk penanaman padi ladang, ubi jalar dan jagung di Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara (Tabselteng) seluas 325 hektare diduga kuat fiktif.
Dugaan bahwa proyek TP TA 2011 yang berbandrol Rp 4,3 miliar itu fiktif, turut dibenarkan Camat Tabselteng, Drs Jos Makagansa.
Kepada manadotoday, Makagansa menuturkan perihal proyek TP tersebut, dimana dirinya sebagai pimpinan wilayah, tidak pernah menerima laporan dari pihak pelaksana proyek TP, kalau di wilayahnya ada penanaman padi ladang, ubi jalar dan jagung.
“Saya menduga proyek itu fiktif, karena sebagai pimpinan wilayah saya mengetahui semua kegiatan yang dilaksanakan di wilayah saya. Tapi untuk proyek TP itu, saya tidak pernah dilaporkan oleh pelaksana maupun kelompok tani penerima dana dari proyek itu. Bayangkan saja, saya sebagai pimpinan wilayah tidak tahu kalau ada proyek TP di wilayah saya,” ujar Makagansa.
Informasi lainnya yang diperoleh manadotoday terkait dugaan proyek TP fiktif itu, dimana seluruh anggarannya yang bersumber dari dana APBN berjumlah Rp 4,3 miliar itu sudah cair 100 persen, namun tidak ada kegiatan penanaman. Penyaluran dana untuk Proyek TP TA 2011 itu melalui Kantor Perbendaharaan Negara (KPN) Tahuna, yang dibagi pada dua kegiatan yang pertama sebesar Rp 1.021.075.00, dan pada kegiatan kedua dananya sebesar Rp. 3.351.250.000.
Sementara itu, Kadis P3K Sangihe, Ir Barto Lino ketika dikonfirmasi manadotoday Jumat siang tadi, membantah kalau proyek TP TA 2011 itu fiktif. Lino yang tampak berbelit-belit memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek yang berbandrol Rp 4,3 miliar itu, mengatakan bahwa dananya masih tersimpan di rekening para kelompok tani.
“Proyek itu tidak fiktif, karena dananya masih tersimpan di rekening milik kelompok tani. Sedangkan penyelesaian penanaman padi ladang, ubi jalar dan jagung masih ada solusinya, dimana bibitnya yang sudah rusak akan diganti dengan bibit yang lebih bagus,” kelitnya. (nal)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading