Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Cerpen & Puisi

Puisi : Puisi yang tak ingin kutulis

Staff Manado Today   |   4 April 2011 – 17:37 WITA

Puisi yang tak ingin kutulis :

Langit menyapa pagi ini dengan embus angin dan semburat surya

Bangun makhluk kecil, katanya

Satu detik, satu menit, satu jam, satu hari lagi akan menjadi bagianmu

Akan kau buat apa?

Aku mendelik menatap langit

Merengut

Bungkam

Itu tanya yang tak ingin kudengar!!!

Teriakku dalam tatap

Aku berpaling

Deretan pepohonan berlari berpapasan

Bagai hantu jahat yang mengejek bisuku, gemingku

Bagai barisan wira yang menjagai batas tapal mimpiku

Tak boleh kulintas

Aku mencoba memusatkan pandang pada jalan di hadapan

Ya.

Ini jalanku.

Tegasku pada anganku, menepis erang sendunya

Dan pandangku mengabur oleh awan air mata

Karena pedih ini, asa yang tak berlabuh ini, hasrat yang tak tergapai ini

mengoyak eksistensiku

Siapa aku?

balas tanyaku pada langit

Dan ia pun balas bergeming

Karena aku tak ada lagi

seiring identitasku yang makin pudar

terkoyak jadi serpihan

*puisi ini ditulis oleh Irene SC Roosdy

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading