Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Nusa Utara

Pulau Kawio Hanya Urutan 10, Bupati Sangihe Berang

Redaksi Manado Today   |   5 Juli 2012 – 10:45 WITA

TAHUNA, (manadotoday.com)  – Harapan besar pemerintah Kabupaten Sangihe atas keikutsertaan Pulau Kawio pada lomba Desa tingkat Nasional agar memperoleh nilai terbaik tampaknya masih jauh dari harapan.

Buktinya, pada penilaian akhir dari tim penilai lomba desa tingkat nasional, Pulau Kawio hanya mendapat nilai dengan urutan 10 besar. Hal ini terang saja membuat Bupati Sangihe, Drs HR Makagansa MSi berang.Bupati bahkan menyebutkan rapat evaluasi yang digela Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) selaku instansi yang paling bertanggungjawab mempersiapkan Pulau Kawio pada lomba tingkat nasional adalah sebuah rapat “Kabanasa” (mahkluk halus).

Kritikan pedas Bupati yang diarahkan ke pihak BPM ini, ketika Kaban BPM tidak mampu menyanjikan data kongkrit soal polesan akhir persiapan Pulau Kawio yang hanya memperoleh peringkat 10 besar tingkat nasional, sementara deadline-nya pada tanggal 10 Juli 2012 mendatang.

“Harusnya pada rapat evaluasi seperti ini BPM yang menjadi ujung tombak. Ini seperti rapat ‘Kabanasa’ yang arahnya tidak diketahui entah kemana, dimana pihak BPM yang merupakan isntansi yang diberi tanggungjawab untuk mempersiapkan Pulau Kawio justeru tidak mampu merepresentasikan persiapan akhir Pulau Kawio,” tegas Bupati, seraya menambahkan apa jadinya daerah ini, jika kinerja para pimpinan SKPD seperti Kaban BPM. (nal)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • anonim mengatakan:

    Mungkin ini akibat penilaian lomba desa tkt provinsi yg tidak objektif dalam penentuan pemenang lomba bahkan cenderung dipaksakan, padahal partisipasi masyarakat, potensi sdm dan sda serta tingkat perkembangan desa yg minim, listrik (PLN) saja belum ada, pembangkit listrik rusak. Belum lagi masalah penggunaan Aplikasi DDK dan Profil Desa yang rumit dan butuh tenaga operator komputer yg terampil dan harus menginput data dengan teliti tanpa kesalahan serta melakukan perhitungan dan analisa yang akurat dari setiap daftar isian. Apakah tenaga di desa sudah mampu ? Sedangkan orang PMD Kab dan Prov sebagai instruktur belum tentu mampu mengerjakan sepenuhnya apalagi melakukan perubahan secara cepat dan tepat bila terjadi kesalahan input data pada Aplikasi DDK dan Profil Desa yang saat ini masih terdapat banyak Bug di dalamnya……

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading