Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Totabuan

Pungli Penerimaan Siswa Baru Marak

Staff Manado Today   |   10 Juli 2011 – 08:39 WITA

Kotamobagu Today – Pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah orang tua calon siswa baru di Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun ajaran 2011, terindikasi marak di Kota Kotamobagu Sulut. Ini menjadi perhatian serius Lembaga Swadaya Masyarakat di Kota itu.

Ketua LSM Lembaga Pemantau Kinerja Eksekutif Legislatif (LPKEL), Efendi Abdul Kadir, Pemerintah Daerah harus menegur sekolah-sekolah yang melakukan pungli saat penerimaan siswa baru, namun hingga saat ini terus saja terjadi.

“Seperti di SMP Negeri 4 Kotamobagu, yang membebankan kepada siswa baru sebesar Rp1 juta. Meski alasannya sekolah itu bertaraf nasional namun tidak harus membenankan siswa,” kata Efendi.

Kemudian Efendi menyebutkan, adanya beban biaya pendaftaran siswa masuk SMP dan SMA tersebut, dianggap memberatkan para orang tua calon siswa.

Hal ini seharusnya mendapat perhatian dari Dinas Pendidkan Pemuda dan olahraga (Dikpora) setempat, apalagi ada surat edaran dari Diknas Sulut yang disertai dengan surat edaran dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), yang menyatakan tidak dibenarkan pihak sekolah memungut biaya Pendaftaran bagi para calon siswa, baik SD, SMP, sampai tingkat SMA.

“Saat ini rata-rata sekolah yang ada, masi memberlakukan pungutan biaya pendaftaran,” jelas Efendi.

Menurutnya, pungutan dilakukan pihak sekolah karena kurangnya pemantauan dan pengawasan dari pihak Dikpora. “Ini suda masuk kategori pungli, apalagi terjadi di Sekolah Negeri yang semua kebutuhan sekolah ditanggung pemerintah,” tambahnya.

Terpisah, Sekretaris PMII Cabang Kotamobagu, Gito Simbala, mengangap bahwa program untuk sekolah gratis yang di cetuskan pemerintah selama ini ternyata hanya bualan belaka.

Ia juga meminta DPRD untuk merekomendasikan menindak kepala sekolah yang melakukan pungli, karena telah melanggar aturan dan menyusahkan rakyat.

“Program Sekolah gratis yang dicanangkan pemerintah selama ini ternyata bohong belaka, jelas terlihat tidak terimplementasikan di lapangan,” tegas Simbala.

Kepala Dikpora Kotamobagu, Deevi Romondor, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi kepada sekolah yang melakukan pungli terhadap siswa baru.

“Kami akan menurunkan tim untuk memantau laporan masyarakat tersebut, jika terbukti akan diberi sangsi,” kata Rumondor. (ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading