Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

Puspita Bitung Akan Dampingi Meggi

Staff Manado Today   |   20 April 2011 – 21:32 WITA

Terkait Penangkapan 15 Pasang Remaja Saat Pesta Miras

Bitung Today – Ada kisah miris dibalik penangkapan sekitar 30 siswa SMK Bitung, yang sedang melakukan pesta miras di pantai Millenium Tanjung Merah, oleh Polres Bitung, MR alias Meggi (16) yang mengaku warga Kaima Kecamatan Airmadidi, adalah warga Palu yang saat ini hidup menumpang dirumah temannya di Kaima Minut.

Foto : MR alias Meggi saat didampingi ketua LSM Puspita Bitung

Foto : MR alias Meggi saat didampingi ketua LSM Puspita Bitung

Dari penuturannya, gadis belia ini ternyata lari meninggalkan rumahnya, sebab merasa kecewa dengan sikap dan tingkah laku ibunya yang saat ini telah menjalin hubungan dengan lelaki lain karena telah berpisah dengan ayahnya.

Sambil menangis di pelukan Ketua LSM Bitung Merry Supit, Meggi mengatakan bahwa tujuannya datang ke Kota Bitung hanya untuk mendapatkan pekerjaan untuk mengongkosi kedua adiknya.

Namun alih-alih mendapat pekerjaan, dirinya malah tertangkap bersama dengan 30 siswa SMK lainnya yang sedang menggelar Miras di pantai Millenium tanjung Merah usai mengikuti UN.

“Saya lari dari rumah karena tidak kuat lagi melihat tingkah Ibu saya dengan pacar barunya, akibat sudah berpisah dengan Ayah, dan akhirnya memilih untuk lari dan menuju wilayah Sulut dengan tujuan ingin mengadu nasib mencari pekerjaan, “ ujarnya sambil terisak.

Dan keterlibatannya dalam pesta miras yang dilakukan teman-temannya dia mengaku karena diajak teman.

“Saya sama sekali tidak mengetahui jika ada pesta miras karena saya hanya diajak teman, “ ujarnya lirih.

Sementara itu, ketua LSM Puspita Bitung Merry Supit , mengatakan akan melakukan pendampingan terhadap Meggi, dengan harapan hal ini dilakuklan agar gadis belia tersebut tidak akan terjerumus pada hala-hal yang berujung pada kehancuran masa depannya.

“Saya sangat prihatin, dan akan terus melakukan pendampingan. Inilah sebabnya akibat kemelut rumah tangga akhirnya yang menjadi korban adalah anak-anak,” tukasnya. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • riko mengatakan:

    hehehe anak sma sekarang gila2 semua. Bayangkan…menyambut UN saja bukannya membentuk kelompok belajar, eh malah bentuk kelompok pencari kunci jawaban. Kian parah generasi muda saat ini

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading