Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Ramoy Luntungan Staf Ahli BNPP

Aldi Mawitjere   |   30 Maret 2012 – 22:00 WITA

Wujud Ketahanan Nasional, Masyarakat Perbatasan Harus Menjadi Garda Terdepan

Staf Ahli BNPP

Drs Ramoy Markus Luntungan

MANADO, (manadotoday.com) – Lama tak terdengar kabar, mantan Bupati Minahasa Selatan Drs RM Luntungan, yang dikenal mahir dalam manajemen pemerintahan ternyata kini telah menjadi salah satu staf ahli Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dibawah Kementrian Dalam Negeri. Tak pelak, kepercayaan tersebut menamba sederet birokrat kawanua yang berkarier di pemerintah pusat.
“Saya dipanggil dan dipercayakan menjadi staf ahli BNPP terhitung 5 januari hingga 5 Desember 2012, berdasarkan SK Mendagri,”ujar Drs Ramoy Markus Luntungan kepada sejumlah wartawan dikediamannya jalan flamboyan Winangun.
Alhasil dengan dipercayakannya Luntungan sebagai staf ahli BNPP, ternyata disyukuri  Ikatan Keluarga Alumni APDN Manado, Gerbang Sulut dan Anggota K2P2 Sulut.
“Tidak ada maksud tertentu, jadi jangan sangkut pautkan dengan politik karena saat ini saya kini bagian dari pemerintah. Kebetulan saya masuk anggota IKA APDN, jadi hari ini kita lakukan pertemuan yang seharusnya dilakukan sejak Desember lalu. Nah, bertepatan ada kunjungan ke daerah, maka dilakukanlah syukuran bersama-sama dengan mereka,”kata Luntungan.
Lanjut dikatakan birokrat yang sempat menjadi putra mahkota Gubernur SH Sarundajang itu, dibentuknya BNPP sabagai solusi atas kompleksitas dan tantangan yang dihadapi di perbatasan.
“Jadi tugas kita mengatasi bukan hanya batas wilayah, namun pengembangan kawasan yang menjadi kebutuhan masyarakat disana. Kalau dahulu masyarakat di perbatasan berada di belakang, saat ini kita rubah mereka itu harus menjadi garda terdepan sebagai bagian dari ketahanan nasional,”jelas Luntungan.
Lebih jauh dikatakan RML sapaan akrab Luntungan, BNPP dibawah koordinasi 14 Kementrian dan 12 Gubernur yang memiliki wilayah perbatasan langsung dengan luar Negeri, termasuk daerah kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut).
“Karena Sulut masuk wilayah kita (BNPP) untuk melakukan koordinasi pembangunan maupun pengembangan kawasan. Seperti Pulau Morore dan Miangas. Jadi kita akan mengawal mulai dari musrembang hingga diperjuangkan di pusat mana yang menjadi skala prioritas agar masyarakat disana tidak condong ke luar Negeri. Itulah salah satu yang menjadi beban moral saya,”jelasnya.(ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading