Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung, Hukum dan Kriminal

Ratusan Kapal Penangkap Ikan Diduga Lakukan Illegal Fisihing

Manado Today   |   4 Juli 2011 – 21:30 WITA

Bitung Today – Ratusan kapal penangkap ikan ditenggarai telah melakukan praktek illegal fishing. Pasalnya, banyak kapal yang memiliki ijin berpangkalan di Bitung hengkang dan tidak balik lagi ke pelabuhan Bitung. Padahal sesuai aturan kapal yang memiliki ijin pangkalan di Bitung harus kembali melapor setelah melakukan pelayaran.

Dari data yang dirangkum manadotoday, sejak tahun 2009 hingga 2011 ini terjadi penurunan jumlah kapal dpenangkap ikan yang balik melapor di Bitung. Pada tahun 2009 lalu, tercatat sebanyak 1482 kapal penangkap melaporkan kedatangannya di Bitung dan pada tahun 2010 mengalami penurunan sehingga hanya 1407 yang balik melapor masuk Bitung, sementara hingga Mey 2011 tercatat hanya 601 kapal yang datang melapor.

Menanggapi hal ini, Ketua Bitung Coruption Wacth (BCW), Jacky Ticoalu mengungkapkan data ini menunjukkan ada indikasi pelanggaran akibat longgarnya pengawasan di laut terhadap kapal-kapal ikan tersebut. Bahkan Dia beranggapan, jika penyelesaian pelanggaran di laut seperti illegal fishing dan tak melapornya kapal-kapal yang berpangkalan di Bitung.

“Ini jelas merugikan Negara, karena diduga kuat kapal-kapal itu menjual hasil tangkapannya di luar negeri seperti Filipin. Namun ironisnya aparat hukum yang mengawasi tidak bisa melakukan penangkapan,” tandas Ticoalu.

Lanjut dikatakan Ticoalu, indikasi ini membuktikan begitu banyak kerugian Negara yang tidak bisa diatasi oleh aparat hukum di laut yang terkesan hanya membiarkan karena telah adanya DDI tersebut.

“BCW sedang mengakuratkan data. Jika data telah akurat BCW akan laporkan hal ini ke Kementerian Kelautan dan Perikanan serta dan Kepala Staf Angkatan Laut bahkan Presiden. Karena selama ini Negara telah begitu banyak dirugikan,” jelas Ticoalu sembari membeberkan hal itu telah melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bitung, Ir Hengkie Wowor mengakui bahwa pihaknya sudah menerima informasi terkait adanya ratusan kapal yang sudah tidak kembali lagi setelah melakukan pelayaran. Bahkan saat ini Dinas Perikanan Kota Bitung sendiri sedang menelusuri hal ini.

“Akan kami telusuri, karena memang benar indikasi banyaknya kapal yang berpangkalan di Bitung setelah berlayar dan tidak balik melapor di Bitung, itu merupakan pelanggaran,” tandas Wowor.

Bukan itu saja, malahan wowor menduga banyak kapal yang menjual hasil tangkapannya di luar negeri seperti Filipin, dan hal tersebut dapat digolongkan sebagai Illegal fishing.

“Jika hasil tangkapannya dijual ke luar Negeri itu merupakan Illegal fishing,’’ tandas Wowor.

Lanjutnya lagi, yang lebih berbahaya, jika ada kapal yang mendapat ijin berpangkalan di dua tempat seperti di Bitung dan Benoa Bali, karena yang sering terjadi kapal yang tidak melapor di salah satu pangkalan banyak yang menjual hasil tangkapannya di luar.

“Dan ini juga yang harus ditertibkan,” tutup Wowor. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading