Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Rempah-Rempah dan Kerajinan Sulut Diminati Negeri Kincir Angin

Redaksi Manado Today   |   13 April 2011 – 08:38 WITA

Manado Today Komoditas rempah-rempah dan kerajinan Sulut berpotensi masuk pasar Belanda dan kawasan Eropa lainnya menyusul tingginya minat masyarakat di kawasan tersebut.

Saat berlangsungnya Pasar Malam Indonesia di Den Haag Belanda tanggal 1-7 April 2011, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan, di Manado, Masyarakat Belanda dan Eropa umumnya makin menyukai komoditas rempah atau “spices tropis” dari Sulut khususnya.
Karena itu, menurut dia, tingginya minat konsumen itu menjadi potensi baru yang bisa dikembangkan, selain industri kerajinan.
Sanny mengatakan, kualitas rempah Sulut yang sangat baik menjadi pendorong utama, sehingga pasar Belanda dan beberapa negara di Eropa ingin membeli komoditas tersebut secara kontinu.
Produk rempah yang diakui berkualitas tinggi dan saat ini sudah mulai dikenal pasar internasional, di antaranya berbahan baku pala, vanili, cengkih, dan beberapa jenis rempah alamiah lainnya.
“Permintaan pala menjadi produk bumbu menjadi faktor penting, sehingga ekspor produk turunan pala baik biji maupun dan bunga pala atau fuli menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun,” kata Sanny.
Selain pala, cengkih menghasilkan bumbu yang memiliki rasa yang sangat khas, sehingga pasar di negara tersebut berminat membeli dalam jumlah cukup banyak.
Sementara industri kerajinan yang diminta negara tersebut, kata Sanny, terutama yang menunjolkan keaslihan daerah ini.
“Terhadap permintaan rempah dan industri kerajinan oleh masyarakat Belanda dan negara di kawasan Eropa, maka Pemerintah Provinsi Sulut akan merencanakan pemberdayaan petani yang memproduksi dua komoditas tersebut,” kata Sanny.

Komoditas rempah-rempah dan kerajinan Sulut berpotensi masuk pasar Belanda dan kawasan Eropa lainnya menyusul tingginya minat masyarakat di kawasan tersebut.
Saat berlangsungnya Pasar Malam Indonesia di Den Haag Belanda tanggal 1-7 April 2011, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan, di Manado, Selasa, Masyarakat Belanda dan Eropa umumnya makin menyukai komoditas rempah atau “spices tropis” dari Sulut khususnya.
Karena itu, menurut dia, tingginya minat konsumen itu menjadi potensi baru yang bisa dikembangkan, selain industri kerajinan.
Sanny mengatakan, kualitas rempah Sulut yang sangat baik menjadi pendorong utama, sehingga pasar Belanda dan beberapa negara di Eropa ingin membeli komoditas tersebut secara kontinu.
Produk rempah yang diakui berkualitas tinggi dan saat ini sudah mulai dikenal pasar internasional, di antaranya berbahan baku pala, vanili, cengkih, dan beberapa jenis rempah alamiah lainnya.
“Permintaan pala menjadi produk bumbu menjadi faktor penting, sehingga ekspor produk turunan pala baik biji maupun dan bunga pala atau fuli menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun,” kata Sanny.
Selain pala, cengkih menghasilkan bumbu yang memiliki rasa yang sangat khas, sehingga pasar di negara tersebut berminat membeli dalam jumlah cukup banyak.
Sementara industri kerajinan yang diminta negara tersebut, kata Sanny, terutama yang menunjolkan keaslihan daerah ini.
“Terhadap permintaan rempah dan industri kerajinan oleh masyarakat Belanda dan negara di kawasan Eropa, maka Pemerintah Provinsi Sulut akan merencanakan pemberdayaan petani yang memproduksi dua komoditas tersebut,” kata Sanny. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading