Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung, Hukum dan Kriminal

Ribuan Masyarakat Adat Masata Kembali Hadiri Sidang di PN Bitung

Aldy Monareh   |   26 Juni 2012 – 21:45 WITA

Wantah : Duplik Kuasa Hukum Tergugat Sangat Menyudutkan Masyarakat

BITUNG (manadotoday.c om) – Ribuan warga yang berasal dari Manembo-nembo, Sagerat dan Tanjung Merah (Masata) yang tergabung dalam warga adat Masata, kembali mendatangi Pengadilan Negeri (PN) guna menghadiri sidang gugatan class action terhadap Walikota Bitung sebagai tergugat I dan pimpinan DPRD Bitung sebagai tergugat II dan Komisi A DPRD Bitung tergugat III, dalam kasus gugatan atas tanah seluas 92 hektar di Kelurahan Tanjung merah, yang diklaim masyarakat adat Masata sebagai hak mereka, Selasa (25/6) siang tadi.

Dalam sidang tersebut Jerry Kalalo SH, sebagai kuasa hukum tergugat I dalam pembacaan dupliknya sehubungan dengan replik penggugat pada 19 Juni lalu, menyatakan menolak semua gugatan dan dalil replik penggugat.

”Terkecuali hal-hal yang diakui secara tegas kebenarannya, bahwa tergugat I menolak penggugat jika penggugat menitik beratkan pada perbuatan melawan hukum,” kata Kalalo.

Ia juga menyatakan bahwa oenggugat bukan merupakan perwakilan kelompok sebagaimanan syarat mutlak gugatan class action.

”Menurut hukum gugatanpenggugat tidak sah,”katanya.

Senada , Togap Silalahi kuasa hukum tergugat II dan III, juga mengatakan bahwa gugatan penggugat terhadap tergugat II dan III, tidak sah, karena data-data gugatan class action yang dilampirkan dalam replik penggugat tidak relevan untuk disampaikan oleh penggugat.

”Replik penggugat sangat tidak mendasar, dan tidak memenuhi syarat,” ujarnya sembari meminta majelis hakim menyatakan gugatan penggugat tidak sah.

Usai mendengar duplik para tergugat, ketua Majelis hakim Ahmad Salihin SH MH, menyatakan akan mempelajari duplik tergugat.

”Sidang akan dilanjutkan apada 9 Juli, dengan agenda mendengar keputusan hakim, apakah gugatan penggugat diterima atau tidak,” ujar Salihin.

Menanggapi pernyataan para kuasa hukum Kordiantor masyarakat adat Masata, Dolof Wantah menyatakan duplik kuasa hukum tidak mendasar dan terkesan menyudutkan masyarakat.

”Kami minta agar hakim bertindak jeli. Karena sebagai masyarakat kami berhak untuk tinggal ditanah erphact,” tandas Wantah. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading