Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Politik

Richard Sualang : Ada Indikasi Kecurangan Sistematis Dalam Pemilukada

Redaksi Manado Today   |   15 Juli 2010 – 17:36 WITA

Manado Today – Calon Wakil Walikota Manado Richard Sualang mendesak pihak-pihak yang berkompeten dalam penyelenggaraan pemilukada untuk segera memantapkan hajatan lima tahun sekali tersebut secara lebih bagus. Desakan tersebut disampaikan Sualang, terkait masih belum adanya kejelasan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang akan menggunakan hak pilihnya pada 3 Agustus nanti.

Menurut Sualang, KPU kota Manado memang sudah melakukan pleno terkait dengan DPT pada bulan Juni lalu. Dari hasil pleno tersebut, sebanyak 330.081 wajib pilih yang akan menggunakan haknya pada 3 Agustus nanti. Namun berdasarkan tinjauan di lapangan terdapat nama wajib pilih yang terdaftar 2 kali (pemilih ganda – red) di dua kelurahan berbeda dengan jarak yang tidak agak berjauhan.

Selain itu, pihaknya juga menemukan adanya wajib pilih yang terdaftar dalam DPT, namun ternyata telah meninggal dunia. Bahkan adapula wajib pilih yang terdaftar pada pemilu Presiden lalu, ternyata tidak terdaftar lagi sementara yang bersangkutan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Padahal menurut UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah serta Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2005 jelas menegaskan bahwa wajib pilih yang berhak menggunakan haknya dalam pemilukada nanti harus menyesuaikan dengan DPT yang digunakan pada Pemilu Presiden lalu.

Kondisi tersebut justru sangat ironis, karena disatu sisi ada pemilih yang terdaftar ganda dan sudah meninggal dunia, disisi lain ada wajib pilih yang tidak terdaftar lagi meskipun dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

Kejanggalan juga terdapat pada kebijakan KPU Manado merevisi DPT hingga H-8 pelaksanaan pemilukada. Kondisi tersebut jelas sangat tidak dimungkinkan, karena KPU sendiri telah memasuki tahapan proses pencetakan surat suara berdasarkan jumlah DPT yang telah diplenokan Juni lalu. Maka besar kemungkinan jumlah wajib pilih akan melebihi jumlah surat suara yang dicetak. Sualang mensinyalir, adanya skenario yang tengah dimainkan untuk menguntungkan calon tertentu.

Hasil Kajian

Dilain pihak Tim Kajian DPT PDI Perjuangan Kota Manado, telah melakukan verifikasi melalui struktur pengurus hingga tingkatan anak ranting yang berada di lingkungan. Hasilnya, ditemui beberapa kasus tertentu seperti adanya kepala lingkungan (pala-red) yang tidak mengetahui jika ada pemilih baru di lingkungannya dan bahkan sama sekali tidak mengenal, sementara nama wajib pilih tersebut tertera pada DPT yang ditempelkan oleh pihak Panitia Pemungutan Suara (PPS) di setiap kelurahan.

Tidak hanya itu saja, ditemukan juga nama-nama wajib pilih yang telah pindah domisili namun masih terdaftar pada daerah tertentu, sementara pala yang bersangkutan telah mencoret nama-nama wajib pilih tersebut dari wilayahnya.

Ditinjau dari proses pendataan wajib pilih, tahapan yang akan dilalui oleh KPU sebelum menetapkan DPT adalah menunggu hasil pleno daftar wajib pilih dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan PPS. Data yang diperoleh PPS bergantung pada pihak kelurahan dan lingkungan. Hal ini dikarenakan kedua pihak inilah yang lebih mengetahui secara langsung jumlah warga yang ada di wilayahnya. Seperti halnya pula data kependudukan di tingkat kecamatan hingga Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan yang mengacu pada data kelurahan dan lingkungan. Oleh karenanya sangat tidak logis jika data PPS, PPK, bahkan hingga di tingkat KPU berbeda dengan data dari kelurahan dan lingkungan.

Berdasarkan hal itu Sualang menilai, telah terjadi kecurangan secara sistematis dalam penyelenggaraan pemilukada kali ini. Oleh karenanya ia meminta warga kota Manado untuk bersama-sama mengawal jalannya proses pemilukada kota anado, agar bisa terlaksana secara jujur dan adil. (mei/*)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading