Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Press Release

Rompas : GAMKI Harus Mampu Memberikan Solusi Dinamika Bangsa

Staff Manado Today   |   25 April 2012 – 08:12 WITA

Ibadah Dies Natalis GAMKI ke-50

ketua DPC GAMKI Minsel

Sambutan Rivai Rompas ST SPd di Dies Natalis GAMKI ke 50

MANADO, (manadotoday.com) – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) barusan melakukan ibadah Dies Natalis ke 50 bertempat di Gereja KGPM Tesalonika Tanjung Batu, yang diselengarakan DPC GAMKI Minsel, Mitra, Minahasa, Bolmut, Bitung, Minut.Rivay Rompas SPd ST, dalam sambutan mewakili DPC GAMKI mengatakan GAMKI lahir tahun 1962 ditengah keprihatinan pemuda gereja akan persoalan kebangsaan dan Gereja. Dimana bangsa sedang diperhadapkan dengan ancaman disintegrasi bangsa, kemudian korupsi merajalela dimana2, pembangunan yang tidak merata serta idiologi pancasila terancam dengan idiologi lain. Sementara gereja sedang menghadapi persolan GEP antar gereja semakin bertumbuh, terkait dokmatik gereja

“Kondisi kini tidak berbeda jauh dengan saat GAMKI dideklarasikan sebagai satu-satunya organisasi tempat berhimpun Pemuda Kristen. Oleh karena itu dalam perenungan di HUT ke 50 ini, GAMKI harus mampu memberikan warna dalam dinamika berbangsa dan bernegara dengan solusi-solusi terhadap persoalan kebangsaan dan gereja tanpa kehilangan identitas kristennya. GAMKI diajak untuk mampu membangun solidaritas humanitas tanpa memandang latar belakang. Melakukan sinergisitas lintas pengurus dan kader agar terjadi pola pikir yang ideal menuju visi misi GAMKI,”jelas Rompas.
Wakil ketua DPD GAMKI Sulut, Isye Lumi, M.Si, GAMKI harus menjadi contoh ditengah gereja dan masyarakat jangan justru menjadi pemicu konflik ditengah gereja dan masyarakat.

“GAMKI sebagai organisasi pemuda Kristen diingatkan jangan sampai dimanfaatkan oleh siapapun juga untuk kepentingan politik sesaat sehingga GAMKI kehilangan arah. Apresiasi terhadap inisiatif beberapa DPC sehingga dapat merayakan ibadah Dies Natalis GAMKI ke- 50,ini sungguh luar biasa,”ungkapnya.

Senada dikatakan Ewin Pratasik, Sekretaris DPC GAMKI Minahasa,  Fernando waleleeng, sekretaris DPC GAMKI Minut, mengatakan ulang tahun ke 50 ini harus disyukuri, karena bisa melaksanakan ibadah bersama dengan beberapa DPC GAMKI di Sulut.

“ Kegiatan ini sebenarnya inisiatif dari DPC-DPC sebagai bukti dari semangat ber-GAMKI dan implementasi dari rasa memiliki (sense of belonging) terhadap GAMKI,”kata keduanya.

Wakil bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI Reymon Luntungan, mengajak agar GAMKI jangan hanya berada diatas menara gading, dan menjadi penonton serta berkoar-berkoar tanpa mampu memberikan solusi.

“GAMKI harus turun langsung ditengah persoalan bangsa dan gereja. Agar GAMKI mampu menjadi teladan ditengah bangsa dan gereja. GAMKI diusia ke 50 ini harus sadar bahwa ada begitu banyak kekurangan yang mesti dibenahi. Karena itu seluruh kader GAMKI dituntut untuk keluar dari kepentingan pribadi didalam organisasi karena sesungguhnya persoalan utama sekarang adalah konflik kepentingan pengurus yang berdampak pada eksistensi orgaisasi,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Jeremia Damongilala memberikan apresiasi terhadap inisiatif DPC-DPC. Karena ini momen penting sambil mengajak GAMKI untuk merenungkan perjalanan selama ber GAMKI jangan sampai tidak melakukan apa-apa lebih baik mundur dari organisasi atau organisasi dibubarkan saja.

“Kader GAMKI ditantang untuk kreatif, serta mampu membaca tanda-tanda jaman sehingga mampu beradaptasi dengan jaman tanpa kehilangan jati diri kekristenan,”tegasnya.

Seperti diketahui Ibadah Dies Natalis dipimpin Gbl. Teddius Batasina, S.Th. mengambil tema ‘ hendaklah kami berakar dan bertambah teguh (Kolose 2:7) dan Sub tema ‘Membangun masa depan bersama bagi keutuhan bangsa, keadilan dan kemanusiaan.
Dalam khotbahnya, tentang jemaat kolose sedang menghadapi pergumulun iman yg luar biasa karena saat itu sedang berkembang filsafat Genostik yg menggugat kesejatian kristus, disamping itu dalam tubuh gereja terjadi pertentangan dokmatik terkait ajaran, cara pengajaran, dan cara penyembahan.

“GAMKI sebagai organisasi tempat berhimpun pemuda Kristen, dalam memaknai hidup ini harus mampu memberikan warna dan tidak kehilangan orientasi. Sebagaimana Rasul Paulus, maka GAMKI dalam hal keyakinan haruslah Eksklusif tapi cara berkeyakinan harus inklusif,”ujar Batasina.(*)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading