Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

Rompas Selidiki Pengiriman TKI Secara ILegal ke Malaysia

Staff Manado Today   |   4 Agustus 2011 – 16:43 WITA

Manado Today – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mengungkap jaringan pengiriman tenaga kerja Indonesia ilegal ke Malaysia.

“Ternyata ada oknum yang membawa warga Sulawesi Utara untuk dipekerjakan ke Malaysia tanpa melalui prosedur serta mekanisme jelas. Kami sudah mencium aktivitas ini,” ujar Kepala Disnakertrans Sulut, Boy Rompas, di Manado.

Dia menjelaskan, sekarang ini pemerintah Malaysia memberi pengampunan kepada tenaga kerja ilegal yang berada di Malaysia.

“Kesempatan-kesempatan ini kemudian dimanfaatkan oleh calo untuk meloloskan tenaga kerja tanpa prosedur jelas untuk kemudian dilegalkan,” katanya.

Meski demikian, menurut mantan Kepala Dinas Pariwisata Sulut ini, siapa yang menjadi dalang pengiriman tenaga kerja ilegal dan kemudian melegalkannya di Malaysia, yang harus diungkap.

“Pemerintah provinsi sifatnya memberikan perlindungan kepada mereka. Namun siapa yang memekerjakan tanpa dokumen resmi, itu yang akan kami telusuri. Apalagi di sana mereka diperas tenaga dan uangnya,” ujarnya.

Perdagangan manusia dan kemudian memekerjakannya di perusahan, rumah atau di kebun-kebun sawit, kata dia, sudah berlangsung lama, bahkan diperkirakan jumlah pekerja Sulut yang direkrut dan dipekerjakan tanpa prosedur resmi diatas angka 500 orang.

“Sudah cukup lama kami mengamatinya. Kami akan melakukan investigasi ke sana secara rahasia. Kami tidak ingin rencana kita bocor terlebih dahulu,” katanya.

Mengenai apa yang akan dilakukan di Malaysia, Boy mengatakan instansinya akan mengunjungi lokus-lokus yang sudah didata, kemudian ditelusuri proses perekrutannya, serta siapa yang membawa mereka ke sana.

“Kami akan data semua. Bukti-bukti terkait akan dikumpulkan untuk digunakan pada proses hukum nanti. Pergerakan calo tenaga kerja ilegal memang sudah lama kami ketahui. Dan kita tinggal mengumpulkan buktinya, kemudian melaporkannya ke polisi” tegasnya.

Dia pun berharap kepala desa, hukum tua atau sangadi mempunyai kepedulian bersama memberantas pengiriman tenaga kerja tanpa prosedur resmi, karena biasanya, mereka yang melakukan perjalanan ke luar daerah pasti akan mengurus surat lewat kantor desa atau kelurahan.

“Lewat informasi-informasi yang berkembang di masyarakat, lurah, hukum tua dan sangadi bisa mencari tahu lebih dalam apa nama perusahan yang merekrutnya dan siapa perantaranya. Kalau memang tak melalui jalur resmi, dan langsung mengirimnya ke Malaysia atau tempat lain, lapor saja ke polisi,” katanya.(ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading