Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Minahasa Tenggara

Rp23 M di Disnakertrans Mitra Dipertanyakan

Redaksi Manado Today   |   29 Agustus 2010 – 23:08 WITA

Manado Today – Setelah dinilai telah kebal dengan ratap tangis masyarakat Desa transmigrasi Wioi yang menuntut perbaikan infrastruktur mereka, pihak Pemprov Sulut melalui Kepala Disnakertrans Sulut Ir Boyke Rompas mempertanyakan keberadaan Rp23 miliar dari pusat untuk pembangunan infrastruktur desa tersebut.

“Jelas saja kami mempertanyakan penggunaan dana Rp23 M di Disnakertrans Mitra. Karena dana tersebut langsung ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Disnakertrans Mitra, namun sampai dengan penijauan terakhir, infrastruktur di Desa Wioi masih sangat memprihatinkan,” ketusnya kepada wartawan Minggu (29/8).

Dirincikan Rompas, anggaran sebesar ini, seharusnya sudah harus menjawab setiap keluhan masyarakat yang ada. Sayangnya memasuki pertengahan tahun ini tanah seluas 1,5 ha untuk digarap sedikitnya 100 Kepala Keluarga (KK) masing-masing 25 KK asal Jawa, 25 KK asal NTT dan 50 KK masyarakat lokal masih belum jelas.

Bukan hanya itu, batas rumah seluas 500 m2 belum dipastikan, sarana air bersih, penerangan, pos kesehatan, dan jalan pun belum selesai.

“Alhasil, jika ada yang sakit, warga harus berjalan kaki sepanjang 8 km ke pos kesehatan. Apalagi rumah-rumah mereka disana belum layak karena dibangun di tebing-tebing yang rawan longsor. Ini harus diteliti pihak berwajib,” tegasnya.

Dikatakan Rompas, Disnakertrans Sulut sebelumnya sudah sempat menyurat kepada Bupati Mitra Telly Tjanggulung namun belum mendapat kepastian. Untuk itu pihaknya pun telah menyurat ke Direktorat Jendral (Dirjen) Transmigrasi RI yang sesuai rencana pada Rabu (1/9) nanti akan melakukan rapat besar di pusat terkait masalah transmigrasi khusus Sulut.

“Deprov Sulut Jumat (27/8) pekan lalu sudah melakukan hearing tentang masalah ini. Dan sesuai jawaban yang disampaikan Dirjen Transmigrasi atas surat kami, pada 1 September nanti mereka akan melakukan rapat besar di pusat. Kita berharap rapat ini bisa menjawab kerinduan masyarakat Wioi yang telah saya lihat sendiri kebenarannya,” kunci Rompas.

Sementara itu, beredar kabar di sejumlah kalangan bahwa Kadisnakertrans Mitra Rofian Wungow SH juga turut menjadi penyebab munculnya masalah di Desa Wioi. Pasalnya Wungow sendiri dulu merupakan Ketua Tim Pembebasan tanah seluas kurang lebih 400 ha untuk lokasi tersebut. Sehingga yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah masakan sampai sekaran warga Wioi belum juga mendapat tanah untuk digarap. (Ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading