Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Rugi Tanam Padi, Petani Beralih Profesi

Redaksi Manado Today   |   25 Maret 2011 – 22:04 WITA

Manado Today – Petani padi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ada kecenderungan mulai beralih profesi mencari pekerjaan lain karena merasa rugi menanam tanaman bahan pokok tersebut.
“Di Kabupaten Minahasa Tenggara sudah ada sekitar 200 petani beralih profesi sebagai tukang ojek, karena menanam padi tidak memberi keuntungan lagi menyusul biaya yang makin tinggi,” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agrobis Molompar Kabupaten Minahasa Tenggara, James DD Massie, di Manado, Jumat.
James mengatakan, 200 petani tersebut sebelumnya dikenal sebagai petani padi selama bertahun-tahun, tetapi menyusul pendapatan mereka yang tidak setara dengan pengeluaran sehingga akhirnya memutuskan mencari pekerjaan lain.
“Petani yang beralih pekerjaan lain tersebut ada diantaranya anggota Gapoktan Molompor, mereka beralasan cari kerja lain, karena margin diterima malah jauh lebih kecil ketimbang pedagang,” kata James.
Dalam hitungan petani, harga pokok untuk menghasilkan beras satu kilogram berkisar Rp8.000, baru petani mendapatkan keuntungan, sementara kondisi sekarang hanya dihargai sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per Kg.
Karena adanya selisih antara harga jual dengan harga pokok yang terus meningkat sehingga petani memutuskan lebih baik mencari pekerjaan lain, sebab selain resiko minim, keuntungan diperoleh lebih besar.
Terhadap permasalahan yang kurang baik bagi peningkatan produksi pangan tersebut, maka James meminta pemerintah untuk sepenuhnya membantu petani seperti halnya yang dipraktekkan di Thailand, Vietnam dan negara produsen pangan lainnya.
“Petani bukan hanya diberi subsidi pupuk, benih serta pestisida dan kebutuhan berbentuk input lainnya, tetapi juga disubsidi harga jualnya sebesar biaya yang dikeluarkan,” kata James.
Dengan adanya subsidi input maupun output, maka petani Thailand dan Vietnam mampu mengekspor beras untuk kebutuhan beberapa negara termasuk Indonesia, karena produksi petani terus meningkat.
Subsidi input maupun output harus segera dikucurkan pemerintah, sebab bila tidak ada perhatian pemerintah, maka dikhawatirkan ketahanan pangan dalam negeri akan terganggu bila produksi petani terus merosot. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading