Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

Rupiah Menguat, Harga Minyak Goreng Turun

Redaksi Manado Today   |   1 Maret 2011 – 22:47 WITA

Manado Today – Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi penyebab harga minyak goreng di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) turun sebesar 4,2 persen dalam satu pekan terakhir ini.

“Harga eceran minyak goreng di pasar tradisional Kota Manado dijual turun ke kisaran Rp11.500 per kilogram (kg) setelah sebelumnya selama beberapa bulan tertahan diharga Rp12.000 per kg, ini merupakan dampak penguatan rupiah terhadap dolar AS,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Janny Rembet di Manado, Selasa (1/3).

Janny mengatakan, penurunan harga kopra yang terjadi pekan terakhir ini memang ada pengaruhnya, tetapi dampaknya tidak secepat bila nilai tukar yang bergejolak seperti yang terjadi saat ini.

“Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar berdampak ganda terhadap pabrik minyak goreng, karena itu produsen minyak goreng akan cepat menyesuaikan harga pada tingkat yang lebih rendah dari sebelumnya,” kata Janny.

Kurs Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot antarbank Jakarta pada Selasa (1/3) sore menguat sebesar 5 poin ke posisi Rp8.813 dibanding sebelumnya yang sebesar Rp8.818.

Janny optimistis harga minyak goreng akan terus meluncur ke harga lebih murah bagi konsumen jika nilai tukar rupiah terus menguat dalam beberapa pekan ke depan. Sulut memiliki empat pabrik minyak goreng besar, yakni PT Ivomas Pratama (Bimoli Grup), PT Multi Nabati Sulawesi, PT Agro Makmur Raya dan PT Cargill.

Keempat pabrik tersebut, kata Janny memproduksi minyak goreng berkisar 1000 hingga 2000 ton per hari, dari jumlah tersebut yang dipasok untuk kebutuhan masyarakat Sulut berkisar 150 ton per hari.

Kendati minyak goreng turun ke tingkat lebih rendah, kata Janny, tetapi pemerintah bekerja sama dengan badan usaha milik negara (BUMN) tetap menggelar pasar murah komoditas bahan pokok masyarakat ini.

“Minyak goreng bersama beras dan gula pasir, menjadi target pergelaran pasar murah yang tujuan akhirnya menahan laju inflasi di tengah ancaman krisis pangan saat ini,” kata Janny. (ann/her)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading