Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Politik

Saksi Akui Adanya Kecurangan, Penyaluran Raskinpun Dipolitisir

Redaksi Manado Today   |   26 Agustus 2010 – 05:12 WITA

Jakarta Today – Tiga saksi pemohon yang hadir dalam Sidang lanjutan sengketa Pemilihan Kepala Daerah yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) untuk Pemilihan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Rabu kemarin mengungkapkan adanya kecurangan.

Ketiga saksi itu adalah Ronal Mapaliey, Alvin dan Dolvie Taliwongso.

Ronal Mapaliey yang saat pelaksanaan pemungutan suara, bertindak sebagai saksi pasangan Cagub/Cawagub nomor urut 2 SVR-MMS menyebutkan kotak suara di TPS 6 kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Wanea cacat, sebab tak disegel Ketua KPPS, Wowor. “Pak Wowor mengambil dokumen C1 mencoret dan memasukkan kembali kedalam kotak dan ini disaksikan oleh dua orang yakni Wensen dan ibu Bolang,” kata Mapaliey.

Selain itu, dihadapan panel hakim MK, Mapaliey menyebutkan terjadi pelanggaran pencoblosan saat Tanggal 3 Agustus di TPS 10 Karombasan Selatan, dimana Hasty Repi mencoblos dua kali dan dibiarkan oleh ketua KPPS Benjamin Assa. Hal itu telah disampaikan ke Panwas namun tak ada tindakan.

Kemudian menurut Alvin salah satu karyawan CV Agung Abadi, dimana surat suara Pemilukada di cetak terdapat mobilisasi melalui manajer bernama Ibu Rina, untuk mencoblos pasangan nomor urut empat, dengan memberikan uang sebesar Rp 50 ribu kepada setidaknya 20 karyawan yang sedang bekerja.

“Yang sudah menerima uang diantarannya Angky, Adi, Tante Ros, Om Tom, Om Ali,” kata Alvin ketika panel hakim berjumlah tiga orang ini, menyuruh menyebutkan sedikitnya 5 dari 20 orang yang diakui telah menerima uang.

Bahkan lebih mencengangkan, pengakuan Dolvie Taliwongso anggota PPS Mahakeret Barat menyebutkan penyaluran Beras keluarga miskin (Raskin) ternyata disalurkan pada satu hari sebelum pencoblosan, yakni tanggal 2 Agustus 2010.

“Menurut Welly Wurangian Kepala Lingkungan, penerima raskin akan mendapat jatahnya jika melaksanakan 4 Sehat 8 Sempurna, yang artinya mencoblos pasangan nomor urut 4 untuk Pilgub dan pasangan nomor urut delapan untuk Pilwako Manado,” kata Taliwongso yang mengaku telah menegur namun tak digubris.

Selanjutnya Taliwongso menyebutkan terhadap pelanggaran di TPS 6 Mahakeret Barat, dimana dalam pencoblosan tidak disediakan Bilik Suara, sehingga pencoblosan dilakukan terbuka. “Ketika saya bertanya, oleh petugas Linmas beralasan mereka tidak akan melihat sebab jarak lokasi meja pencoblosan berada agak jauh,” tutur Taliwongso.

Dalam siding lanjutan tersebut, ada 11 saksi Pemohon yang didengarkan kesaksian oleh panel hakim MK sebelum sidang kembali ditunda. (mei)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading