Sarundajang Hadiri Rakor Ketahanan Pangan Nasional
JAKARTA, (manadotoday.com) – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), menghadiri rapat koordinasi ketahanan pangan Nasional, yang diikuti para Gubernur se-Indonesia di Jakarta.
Menurut juru bicara Gubernur Sulut, Christian Sumampow SH MEd, rakor tersebut dalam rangka peningkatan koordinasi dan sinergi program antara dewan ketahanan pangan pusat dan provinsi.
“Kegiatan rakor tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian dan Dewan Ketahanan Pangan, yang dilaksanakan di Auditorium Kementerian Pertanian,” kata Sumampow, Rabu (18/7).
Lanjutnya menyampaikan, dalam kegiatan itu, mengambil tema “Percepatan Pencapaian Swasembada Lima Komoditas Pangan Pokok”, sekaligus dirangkaikan dengan Konperensi Dewan Ketahanan Pangan Nasional, yang nantinya akan dilaksanakan di Hotel Kempinski Jakarta.
“Kehadiran pak Gubernur pada rapat itu, sangat strategis untuk Sulut, sebab kini daerah ini tengah berupaya mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan dan mempersiapkan swasembada beras,” terang Sumampow.
Kata dia lagi, secara Nasional Sulut sendiri sudah ditetapkan menjadi salah satu daerah penyanggah pencapaian program surplus beras nasional 10 juta ton, untuk memenuhi program swasembada beras nasional tahun 2014.
“Sulut ditargetkan akan mampu menyumbang sampai 690 ribu ton gabah kering giling, guna pencapaian program swasembada beras itu,” ungkapnya.
Sumampow menambahkan, Pemprov Sulut melalui semua instansi terkait, terus berupaya memenuhi target wasembada beras. Berdasarkan data, produksi beras di Sulut setiap tahunnya, mengalami kenaikan atau berada pada kisaran 6,3 persen.
“Angka ini, berada diatas rata-rata kenaikan produksi beras nasional yakni pada angka 5 persen seiap tahunnya. Untuk sumbangan terbesar produksi beras di Sulut, dari Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, juga dari Kabupaten di Bolmong Raya,” pungkasnya. (ton)




Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.