Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

Sarundajang Kembali Ingatkan Pentingnya Pendidikan

Tonny Sumakul   |   7 Agustus 2012 – 20:47 WITA
Current Trend in Pedagogy Model dan Peranan Pendidikan dalam Masyarakat Majemuk

Sarundajang dalam seminar nasional "Current Trend in Pedagogy Model dan Peranan Pendidikan dalam Masyarakat Majemuk"

MANADO, (manadotoday.com) – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Dr. Sinyo Harry Sarundajang, kembali mengingatkan pentingnya pendidikan.

“ Di era globalisasi ini, merupakan era kompetitif. Untuk itu, proses pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Artinya, pendidikan memiliki peran penting dalam kemajuan yang ada,’’ ujar Sarundajang saat tampil sebagai Key Note Speaker, dalam seminar nasional “Current Trend in Pedagogy Model dan Peranan Pendidikan dalam Masyarakat Majemuk,” yang dilaksanakan di Peninsula hotel Manado, Selasa (7/8).

Pada seminar yang dihadiri para akademisi dan cendekiawan itu, Sarundajang menyatakan jika saat ini dunia sudah berubah dan jika tidak mengikuti perubahan yang ada, akan sangat ketinggalan.

“Seperti contohnya beberapa negara besar yang mengalami kemajuan pesat, dikarenakan mereka mengikuti dan menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tandasnya.

Sarundajang pun mengangkat topik pembicaraan tentang The Role of Education in Plural Society. Dimana topik itu, berangkat dari kenyataan bangsa Indonesia sebagai bangsa majemuk dan bangsa yang ajaib.

‘’Kemajemukan mempunyai dua variabel, yakni kemajemukan budaya dan sosial. Dan realitas pendidikan itu penting dalam kemajemukan tersebut,’’ tegasnya.

Lanjutnya menyampaikan, proses pembelajaran atau learning pendidikan harus berkualitas. Pendidikan itu tergantung dari beberapa hal, yakni kurikulum, kompetensi pengajar dan pengajar atau guru itu sendiri.

“Seperti contohnya kaisar Hirahito ketika akan membangun kembali Jepang dari keruntuhan bom di Hiroshima dan Nagasaki. Sang kaisar tak menanyakan berapa Jenderal yang tersisa, tapi yang diajukannya adalah berapa jumlah guru yang tersisa. Sebab, sang Kaisar menyadari jika membangun Jepang, guru memegang peranan yang sangat penting,” kata Sarundajang. (ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading