Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

SD GMIM Kumersot Bitung Dipimpin Dua Kepsek

Aldy Monareh   |   14 Juli 2012 – 10:47 WITA

BITUNG, (manadotoday.com) – SD GMIM Kumersot Kecamatan Ranowulu saat ini memiliki dua Kepala Sekolah dengan SK berbeda, yakni Telly Sumampow mengantongi SK yayasan GMIM AZR Wenas sementara Jenny Rompis mengantongi SK Walikota.

Telly Sumampow sendiri mengantongi SK yayasan AZR Wenas per tanggal 1 Juni 2012 sementara Jenny Rompis mengantongi SK Walikota Bitung, per tanggal 10 Juli 2012, yang kemudiandilantik pada, Kamis (12/7/2012) beberapa hari lalu.

Akibatnya, kepemimpinan dua Kepsek dalam satu Sekolah ini, menimbulkan kekawatiran dan keresahan di kalangan orang tua murid. Karena menurut mereka dobel kepemimpinan di SD GMIM Kumersot ini, jelas akan menimbulkan gesekan yang akan berimbas pada kualitas pendidikan di Kelurahan Kumersot.

”Pada dasarnya, dobel kempemimpinan ini imbasnya pada anak didik, karena yang pasti akan ada dua kepentingan dan dua kebijakan yang berbeda, ” ujar salah satu orang tua murid yang menyekolahkan anaknya di SD GMIM Kimersot sembari meminta namanya jangan dipublikasikan.

Hanya saja menurutnya, sebagian besar orang tua murid ini menghendaki agar SD GMIM ini dipimpin oleh Sumampow yang telah berpengalaman baik dalam segi kepangkatan dan umur ini.

”Karena jika Sekolah ini (SD GMIM Kumersot, red) dipimpin Rompis, banyak orang tua yang mengancam akan memindahkan anaknya ke Sekolah lain. Sebab Rompis masih perlu banyak belajar lagi,” ujarnya sembari meminta agar Walikota dan Dikpora Bitung secepatnya menindaklanjuti hal ini.

Sementara itu Sekertaris Kota Bitung Drs Edison Humiang ketika dikonfirmasi terkait hal ini belum bisa memberikan jawaban pasti. Meski demikian menurutnya yayasan hendaknya menyerahkan saja masalah pendidikan kepada pemerintah. Sebab mulai dari Kurikulum, bantuan program pendidikan, pembayaran gaji antara Sekolah Swasta dan Negeri asupannya adalah sama dari pemerintah kota.

”Namun rekomendasi yayasan bukan berarti diacuhkan atau dikesampingkan. Karena yang terpenting adalah koordinasi yang baik antara pemerintah dan yayasan agar tidak akan tumpang tindih. Dan terkait pengangkatan Kepsek, jika memang terjadi kekliruan akan ditindaklanjuti kemudian,” terang Humiang.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKD PP) Kota Bitung Ferdinand Tangkudung yang dimintai tanggapan perihal hal ini menyatakan pengangkatan dan penempatan Kepsek harus berdasarkan beberapa kriteria mulai dari domisili, periodesasi dan kepangkatan.

”Dan yang terepnting jika PNS akan mendekati masa pensiun tentu tidak bisa lagi diangkat sebagai Kepala Sekolah,” terangnya. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading