Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

Sejumlah Kelurahan di Bitung Tidak Nikmati Penerangan Jalan

Aldy Monareh   |   4 Maret 2012 – 12:01 WITA

Lira Pertanyakan Pemanfaatan PPJ 10 Persen
Bitung, (manadotoday.com) – Meskipun telah memberikan kontribusi 10 persen untuk Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di saat membayar rekening listrik. Namun sejumlah daerah di Kota Bitung seperti Batu Putih, Kasuari, Makawidey, Mawali Lembeh Selatan justru tidak menikmati penerangan jalan.
Hal ini dikemukakan oleh Ketua Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bitung, Sunny Kakuhe.
”Kami pertanyakan mengapa sejumlah Kelurahan di Kota Bitung, banyak yang belum menikmati penerangan Lampu jalan. Padahal warga (pelanggan PLN) setiap bulan membayar 10 persen PPJ,” tandas Kakauhe.
Seharusnya kata Kakauhe, penerangan jalan jangan hanya untuk wilayah perkotaan saja, namun dilakukan menyeluruh di wilayah Kota Bitung yang warganya adalah pelanggan PLN.
”Sebab warga yang ada di pelosok, yang merupakan pelanggan PLN, seperti Batu Putih dan Mawali Lembeh Selatan, juga mempunyai andil dalam membayar PPJ, Dan mereka juga berhak menikmati penerangan jalan,” terangnya.
Disamping mempertanyakan pemanfaatan PPJ, Ia juga meminta transparansi penggunaan PPJ Kota Bitung yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 800 jutaan perbulan ini.
”Kami minta pula penggunaan PPJ dipertanggungjawabkan secara transparan oleh pemerintah agar masyarakat juga tahu apa peruntukan PPJ 10 persen ini,” pungkasnya. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • Paulus mengatakan:

    PLN memanfaatkan masyarakat yang terlihat pasif/tidak proaktif, entah mereka menunggu ledakan bom waktu sambil menanamkan benih amarah rakyat dengan pematian lampu secara berkala dengan alasan klasik kerusakan karena alam dan anjuran penghematan ditengah tengah kebutuhan listrik pada jam produktif/ potensial aktif masyarakat( jam 7 – 11 pagi) ataupun jam 6 sore sampai jam 9 malam dimana anak usia sekolah/ mahasiswa memerlukan lampu dan alat elektronik lain untuk belajar. Perlu diingat kemajuan teknologi dan informasi kalau tidak didukung energi listrik yang mapan lebih baik kembali ke jaman batu. Dapat dimengerti tidak semudah membalikan telapak tangan tapi hal ini dapat dipecahkan masalahnya bukan tidak. Karena kelihatannya berlarut2, manajemenkah? birokrasikah? Apapun alasan setiap lapisan masyarakat berhak mendapatkan kesejahteraan sosial yang sama, mau kelurahan kek, perkotaan kek, kalau masyarakat membayar PPJ apalagi 10% maka dia mempunyai hak mendapatkan penerangan jalan, kalau tidak harus diberi konpensasi yang lain jangan malah “byar pet” yang jadi. Jangan pesim is tetap optimis, tapi ingat jangan jalan di tempat kita sudah merdeka lebih dari 60 tahun yang lalu. Merdeka!

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading