Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Hukum dan Kriminal

Sejumlah Pejabat Dinkes Manado Dimintai Keterangan

Manado Today   |   7 Juni 2011 – 21:47 WITA

Terkait Penanganan Kasus Dugaan Praktik Aborsi

Manado Today – Terkait penanganan kasus dugaan praktik aborsi dan penjualan bayi di klinik bersalin ‘Bunda Maria’ Manado, Polda Sulut memanggil sejumlah pejabat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Manado, diantaranya Kepala Dinkes dr Ivon Kaunang dan Kepala Bidang Pelayanan Umum dan Jaminan Kesehatan Dinkes Manado, dr Alex Turangan, untuk dimintai keterangan sebagai saksi.Pemeriksaan terhadap para saksi itu dilakukan di ruang Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sulut, Selasa (7/6/2011).

dr Ivon Kaunang mengatakan bahwa dirinya diperiksa oleh petugas kepolisian sebatas sebagai saksi.

“Sejumlah pertanyaan sempat diajukan petugas, di antaranya tentang regulasi perizinan klinik bersalin dan izin praktik dokter tersebut,” kata Kaunang, usai pemeriksaan.

Kepala Bidang Pelayanan Umum dan Jaminan Kesehatan Dinkes Manado dr Alex Turangan mengatakan, pertanyaan yang diajukan masih terkait dengan perizinan dari praktik dokter tersebut.

“Izin praktik dokter tersebut sudah kadaluwarsa,” kata Turangan.

Kepala Bidang Humas Polda Sulut AKBP Benny Bela mengatakan, pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Dinkes Manado itu sebatas sebagai saksi.

“Pejabat tersebut dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Bela.

Dalam penanganan kasus dugaan aborsi dan penjualan bayi tersebut, polisi baru menetapkan dan menahan dua orang tersangka masing-masing dr EM, yang juga pemilik klinik itu, serta LP, bidan pembantu dokter tersebut.

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Sulut Kombes VJ Lasut mengatakan, kepolisian serius dalam penanganan kasus aborsi dan penjualan bayi itu.

 

Polisi telah membentuk dua tim, masing-masing untuk menangani kasus aborsi dan menangani kasus penjualan anak.

Polisi masih terus melakukan pengembangan penyidikan terkait dengan kasus tersebut.

Dalam penanganan kasus tersebut, kepolisian telah menggali sejumlah tempat di sekitar klinik yang juga rumah dari tersangka dokter EM untuk mencari barang bukti yang diduga hasil aborsi telah ditanam di lokasi itu.

Polisi juga telah melakukan penggeladahan di klinik yang terletak di Kelurahan Paal 2, Kecamatan Tikala, Manado, untuk mencari sejumlah barang bukti yang diperlukan guna pengusutan dan penanganan kasus itu.

Tersangka dalam kasus ini diancam pasal 75 jo pasal 194 Undang Undang (UU) Kesehatan dan pasal 83 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (ann/ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading