Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

Sejumlah Sekolah di Kota Bitung Diduga Lakukan Pungli

Aldy Monareh   |   18 Juni 2012 – 12:54 WITA

Pungli Dikemas Dalam Bentuk Partisipasi

BITUNG, (manadotoday.com) – Meskipun Walikota Bitung Hanny Sondakh serta jajarannya diberbagai kesempatan selalu menginstruksikan agar seluruh Sekolah di Kota Bitung dilarang melakukan pungutan terhadap siswa dalam bentuk apapun. Namun nampaknya instruksi Walikota ini tidak digubris oleh beberapa kepala Sekolah.

Pasalnya dari informasi yang beredar di sejumlah Sekolah di Bitung, masih melakukan praktek pungutan liar (pungli) yang dikemas dalam bentuk partisipasi siswa.

Hal ini dikemukanan oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bitung, Edwin Tumurang.

Menurutnya dari hasil penelusuran, dalam pengumuman kelulusan dan pembagian raport tingkat SD, SMP dan SMA hampir seluruh sekolah memberlakukan pungli yang dibalut dalam bentuk partisipasi melalui siswa dan orang tua murid.

”Dari informasi yang kami dapat hampir seluruh Sekolah melakukan prkatek pungli yang dikemas dalam bentuk partisipasi,” ujarnya sembari mengaku bahwa pihaknya memiliki data-data Sekolah yang melakukan pungli.

Adanya pungli ini kata Tumurang, membuktikan bahwa para Kepala Sekolah yang nota bene adalah bawahan Walikota tidak mengindahkan instruksi pimpinan.

”Ini tanda awas bagi Walikota, Wakil Walikota, Sekdakot dan Kadispora. Dimana Kepsek yang merupakan bawahan tidak mampu mengimplementasikan instruksi pimpinan di lapangan, yang tujuannya menjadikan mutu Pendidikan di Bitung lebih baik,” tandasnya.

Tumurang menyebutkan, Siswa dan orang tua yang diduga mengalami pungli diantaranya Siswa Kelas 1 SMK Negeri 1 Bitung Jurusan PKJ, dengan jumlah partisiapasi Rp 20 hingga 100 Ribu per siswa.

”Hal ini dilakukan saat pengambilan raport,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk tingkat SMP yang diduga melakukan hal yang sama yakni SMP Negeri 2 yakni siswa Kelas 1 dan 2, dengan jumlah partisipasi Rp20 sampai 50 ribu per siswa, SMA Negeri 2 Kelas 2 jurusan IPA dan Bahasa berfariasi antara Rp 30 Ribu hingga Rp 50 Ribu.

”Sementara untuk tingkat SD yang diduga melakukan pungli diantaranya SD GMIM Mahanaim Kolombo, SD Inpres 10 Pardo Kelas 3 sebesar Rp.35 ribu, Dan murid Kelas 4 SDN Inpres 783 Pakadoodan sebesar Rp20 ribu. Sedangkan beberapa Sekolah lain berfariasi antara Rp 20 hingga 100 ribu, yang kesemuanya dikemas dalam bentuk partisipasi,” pungkasnya. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading