Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

Sekolah Agama Di Sulut Kecipratan Rp 2,6 M

Staff Manado Today   |   27 Juli 2011 – 10:42 WITA

Diserahkan Komisi VIII DPR RI

Manado Today – Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menyerahkan sumbangan Rp2,6 miliar untuk sekolah dan unit kerja di lingkungan Kementerian Agama Sulawesi Utara (Sulut).

“Bantuan ini kami berikan untuk mendorong pemerintah melaksanakan program pembangunan di bidang agama dan keagamaan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945,” kata Ketua Komisi VIII DPR-RI, Abdul Kadir Karding, dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh agama di Sulut, Manado.

Karding mengatakan sesuai dengan amanat UU 1945 pasal 20 A ayat 1 mereka melaksanakan tugas dalam bidang agama yang terdiri atas fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan pembangunan.

Salah satu bentuk upaya memperjuangkan pembangunan di bidang keagamaan, kata Karding, DPR-RI memberikan sumbangan sehingga pembangunan keagamaan akan berjalan semakin baik di Sulut sehingga kelangsungan pendidikan yang berbasis agama akan menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Dia mengatakan DPR-RI terus memperjuangkan kenaikkan anggaran dengan memperhitungkan kemampuan anggaran negara, termasuk memperjuangkan pagu indikatif anggaran Kementerian agama sebesar Rp31,027 tiriliun.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Sulut, Halil Domu mengatakan bantuan yang diberikan itu, untuk Direktorat Madrasah sebesar Rp1.510.000.000, Direktorat Pendidikan Diniyah di Pondok Pesantren sebesar Rp240 juta, untuk Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Rp730 juta dan untuk Dirjen Bimas Hindu Rp150 juta.

Domu mengatakan bantuan-bantuan tersebut sudah diserahkan secara simbolis ke MAN Model sebesar Manado sebesar Rp75 juta, pondok pesantren Al Salam Rp120 juta dan untuk Gereja KGPM Elim Manado sebesar Rp25 juta dan diterima para pimpinan sekolah serta gembala gereja di kantornya masing-masing.

“Dengan penyerahan bantuan ini kami berharap kiranya sekolah-sekolah maupun unit kerja di kementrian Agama akan termotivasi untuk menjadi lebih baik dan semua bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Domu.

Namun pemberian bantuan ini mengundang pertanyaan dari majelis tokoh agama Konghucu Sulut, Sofian Yosandi, sebab mereka sama sekali tidak mendapat bantuan dan belum didata dengan baik sehingga belum jelas keberadaannya di Indonesia.

“Kami sudah bertanya dengan majelis agama Budha mereka juga belum dapat bantuan padahal yang lainnya sudah, tetapi kami tak akan menuntut hanya mempertanyakan saja, sebab kami semua cukup tahu diri kalau memang ada akan diterima tetapi kalau tidak tak akan dipaksa,” kata Yosandi. (ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading