Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » DPRD Sulut

Semester I 2011, Santunan Kecelakaan Jasa Raharja Alami Peningkatan

Staff Manado Today   |   1 Agustus 2011 – 16:31 WITA

Manado Today – Pembayaran santunan Jasa Raharja Sulawesi Utara selang semester pertama tahun 2011 senilai Rp 11,410 miliar atau mengalami kenaikan sekitar Rp1,856 miliar dibandingkan periode yang sama 2010 sekitar Rp9,554 miliar.

Kepala Unit Hukum dan Humas PT Jasa Raharja Sulut, Hotma Sihombing di Manado, Minggu, mengatakan sejak Januari hingga Juni 2011 pembayaran santunan mencapai sekitar Rp11,410 miliar kepada 1.043 ahli waris dan korban kecelakaan.

“Dibandingkan periode sama tahun 2010 yang sekitar Rp9,554 miliar kepada 991 ahli waris dan korban kecelakaan, maka terjadi kenaikan sekitar Rp1,856 miliar,” kata Sihombing.

Hotma Sihombing mengatakan, pembayaran klaim semester pertama tersebut mencakup tiga provinsi yang menjadi wilayah kerja perusahaan asuransi itu.

Ketiga daerah tersebut masing-masing Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo dan Maluku Utara (Malut).

Dari total sekitar Rp11,410 miliar pembayaran asuransi itu, terbanyak di Provinsi Sulut sekitar Rp7,499 miliar kepada sekitar 710 ahli waris dan korban kecelakaan.

Santunan miliaran rupiah itu terdiri dari, untuk pembayaran kepada sekitar 212 ahli waris korban kecelakaan meninggal dunia sekitar Rp5,2 miliar, 438 korban luka-luka Rp1,923 miliar, 57 korban mengalami cacat tetap Rp370 juta dan biaya penguburan bagi tiga korban senilai Rp6 juta.

Kemudian menyusul pembayaran untuk Provinsi Gorontalo mencapai sekitar Rp2,421 miliar bagi 251 ahli waris maupun korban kecelakaan.

Santunan tersebut dibayarkan untuk 71 ahli waris korban meninggal dunia sekitar Rp1,825 miliar, 156 korban mengalami luka-luka sekitar Rp531,495 juta dan untuk 21 orang cacat tetap sekitar Rp68,500 juta.

Sedangkan untuk Provinsi Malut sekitar Rp1,485 miliar kepada 82 ahli waris dan korban kecelakaan.

Pembayaran santunan itu kepada 50 ahli waris korban meninggal dunia sekitar Rp1,3 miliar, 29 korban mengalami luka-luka Rp155 juta dan tiga orang mengalami cacat tetap senilai Rp30 juta.

Tanpa merinci, Hotman Sihombing mengatakan, umumnya pembayaran santunan tersebut kepada korban kecelakaan lalu lintas yang menggunakan kendaraan roda dua.

“Sepeda motor mendominasi pembayaran santunan khususnya untuk ahli waris korban meninggal dunia,” katanya.

Menurut Sihombing, beberapa langkah dilakukan perusahaan itu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan antara lain melalui program “jemput bola”.

“Melalui program ini pembayaran santunan dapat dilaksanakan secepatnya kepada warga yang mengalami kecelakaan,” kata Sihombing.(ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading