Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa Tenggara

Seorang Petani Jadi Penyelamat Saat Banjir di Pusomaen

Staff Manado Today   |   8 September 2011 – 10:29 WITA
Banjir bandang di Pusomaen

Banjir bandang yang terjadi di Desa Tatengesan Kecamatan Pusomaen

Pusomaen Today – Ada cerita menarik pasca banjir bandang yang menghantam 4 desa di kecamatan Posumaen. Dari informasi yang berhasil di rangkum manadotoday menyebutkan, banjir bandang yang meluluhlantakan rumah warga, ternyata tak lepas dari peran seorang petani di desa setempat yang secara sigap dan cepat segera memberitahukan bahwa banjir bandang akan datang.

Cerita berawal dari Edy salah satu petani desa Makalu yang kala itu sedang berada di kebunnya yang berlokasi di hulu sungai. Edy yang tak menyangka bakal datangnya banjir, mengingat waktu itu hujan di desa tersebut hanya gerimis, namun ternyata di daerah hulu sungai Makalu, sudah mengalami hujan deras. Sontak hal ini menyebabkan debit air semakin lama semakin banyak. Menyadari bahwa hal ini dapat mengancam keslamatan warga, Edy pun bergegas dengan sepeda motornya langsung pulang dan memberitahukan hal ini kepada pemerintah jaga (Pala).

“Kita (saya-red) waktu itu sementara di kobong, kita lia ini aer kuala lebe lama lebe nae. Kita so prediksi banjir bandang rupa tahun lalu mo ulang jadi kita langsung pulang kong se tau pa pala, ” ujar Edy sang petani.

Mendengar hal ini, sang pala pun langsung mengumumkan di pengeras suara. Sontak warga di bantaran sungai Makalu langsung bergegas mencari lokasi yang aman. Andai saja jika Edy si petani tidak memberitahukan hal ini, maka di pastikan banjir bandang tersebut bakal merenggut banyak korban jiwa.

“Beruntung om Edy da datang se tahu kalau banjir bandang akan datang, kong pala langsung beritahu di pengeras suara. karena memang waktu itu torang nda sangka akan datang banjir bandang mengingat hujan hari itu di kampung Buma rinte-rinte (gerimis-red). Kalu nda, nintau da jadi apa jo ini orang yang tinggal di pinggir Sungai. Sedangkan rumah anyor (hanyut-red) apalagi orang” ujar Jemi Malonda warga Setempat.

Terkait cerita ini, Camat Pusomaen Pieter Pontororing tak menampik bahwa memang ada seorang petani yang menjadi penyelamat. “Ya, memang sebelum kejadian ada seorang petani yang terlebih dahulu memberitahukan bahwa banjir akan datang. Berhubung dia sedang berada di hulu sungai. Kita harus bersyukur bahwa memang Tuhan masih sangat sayang kepada warga, walaupun ada yang kehilangan rumah, tetapi tidak ada korban jiwa” ujar Camat. (vel)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading