Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Sepeningal Mamuaja, Pemkot Lemah Bijaki IPAL

Manado Today   |   11 Januari 2011 – 13:00 WITA

Manado Today – Sepeninggal Penjabat Walikota Manado Drs Robby Mamuaja, Pemerintah Kota Manado saat ini dinilai lemah menyikapi pembangunan IPAL di kawasan Megamas. Padahal dampak pencemaran lingkungan yang dibuang dari kawasan tersebut sudah memprihatinkan.

Drs. Robby Mamuaja

Drs. Robby Mamuaja

Menurut tokoh muda yang juga akademisi Widdy Rorimpandey SP MPd, harusnya sikap tegas Mamuaja dilanjutkan Walikota Manado saat ini, yakni DR Vicky Lumentut.

“Banyak hal yang harusnya dilanjutkan Pemerintah saat ini. Vicky jelas harus menepis opini publik yang mengatakan balas jasa,” jelas Rorompandey, kepada manadotoday.com, Selasa (11/01/2011).

Parahnya lagi, wacana pengalihan IPAL ke tempat lain bukan merupakan solusi yang tepat, namun akan memperumit persoalan.

“IPAL untuk kepentingan anak cucu yang akan menjadi kebijakan Walikota ataukah kepentingan segelintir orang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BLH IR Johsua Pangkerego MAP terkait perkembangan pembangunan IPAL, engan untuk berkomentar lebih.

“Kita hanya menyediakan tempat sedangkan proyek dari perencanaan sampai pada finising kewenangan PU Provinsi,” tandasnya.(ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading