Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Hukum dan Kriminal

Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Gubernur, Terdakwa Bacakan Eksepsi

Redaksi Manado Today   |   6 Desember 2010 – 09:55 WITA

Manado Today – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manado yang diketuai Armindo Pardede SH.MAP dengan anggota Efran Basuning SH.MHum dan Willem Rompis SH, kembali akan menggelar lanjutan sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa HP alias Hendrik (46) Senin (06/12/2010) hari ini, dengan agenda pembacaan Eksepsi oleh terdakwa, karena sebelumnya Hendrik yang berprofesi sebagai wartawan ini menolak dakwaan yang dibacakan JPU Rilke Djenri Palar SH, dengan alasan dakwaan tersebut tidak jelas dan kabur.
Diketahui dalam dakwaannya, JPU menjerat terdakwa dengan pasal 335 ayat (1) dan pasal 310 ayat (1) KUHP, karena melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang (SHS), pada Februari 2007 silam bertempat di kantor BAPPEDA Sulut jalan 17 Agustus Manado, dimana saat Gubernur sedang melaksanakan rapat koordinasi tentang pelaksanaan event World Ocean Conference (WOC), tiba-tiba terdakwa masuk kedalam ruangan rapat dan berteriak-teriak mengatakan program tersebut sarat KKN dan menghina SHS dengan menyebutnya sebagai pembohong rakyat Sulut. (rafly)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading