Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan, Manado

Solar Industri di Manado Alami Kenaikan

Staff Manado Today   |   2 Agustus 2011 – 19:27 WITA

Manado Today – Harga bahan bakar minyak (BBM) industri khususnya jenis solar di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) mengalami kenaikkan hingga 5,3 persen menyesuaikan dengan harga minyak mentah pasar internasional yang kembali naik mendekati 100 dolar AS per barrel.

“Kenaikan harga 5,3 persen dari harga pokok Rp7.950 menjadi Rp8.350 per liter, sehingga setelah ditambah rounding factor maka harga premium industri ke konsumen di Manado menjadi Rp9.282 per liter,” kata Sales Area Manager BBM Retail Pertamina Manado, Irwansyah di Manado.

Irwansyah mengatakan, dengan kenaikan 5,3 persen, maka harga solar untuk kontraktor jalan dan transportasi Rp9.628 per liter dan solar kehutanan dan pertambangan Rp9.586 per liter.

Pertamina juga menaikkan harga BBM non subsidi lainnya yakni minyak tanah naik 4,66 persen dan premium naik 1,34 persen.

“Minyak tanah atau kero diperdagangkan sebesar Rp9.293 per liter, harga tersebut diperhitungkan dari harga pokok sebesar Rp8.425 per liter ditambah dengan faktor penambah yakni pajak,” kata Irwansyah.

Sementara untuk jenis premium non subsidi dengan kenaikan harga sebesar 1,34 persen, maka harga premium industri umum naik menjadi Rp8.392 per liter, kontraktor jalan dan transportasi Rp8.705 per liter dan kehutanan dan pertambangan Rp8.667 per liter.

Kendati mengalami kenaikan, tetapi Pertamina optimistis penjualan BBM industri tetap akan tinggi, karena BBM merupakan salah satu komponen yang sangat dibutuhkan dalam memproduksi suatu barang dan jasa.

Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado, Benny Nongkan mengatakan, bagi industri kenaikan BBM pasti ada dampaknya terhadap penambahan biaya operasional, tetapi belum tentu langsung berdampak pada kenaikan harga barang.

“Dalam kondisi persaingan usaha yang semakin ketat saat ini, maka industri akan berpikir dua kali untuk menaikkan harga jual produksi mereka,” kata Benny.

Kenaikan harga yang tidak memperhitungkan aspek persaingan, kata Benny biasanya berdampak kurang baik bagi usaha, karena itu pelaku usaha akan memperhitungkan secara cermat sebelum mengambil keputusan menaikkan harg produksi.

Dari ketiga jenis BBM industri yang diperdagangkan di Kota Manado, kata Irwansyah, tertinggi pemakaian solar yakni berkisar 12 kilo liter (Kl) per hari, sedangkan minyak tanah dan premium masih relatif terbatas.(ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading