Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Manado

Spektakuler, Festival Seni Budaya Bantik di Manado

Aldi Mawitjere   |   5 September 2012 – 21:28 WITA
kabasaran Bantik

Tarian upasa atau Cakalele Bantik (ist)

MANADO, (manadotoday.com) – Puncak acara Festival Seni Budaya Bantik yang dilaksanakan, Rabu (5/9/2012) di lapangan bantik Malalayang, sangat spektakuler.

Pasalnya, selain dihadiri ribuan warga bantik yang baeradai 11 Desa/Kelurahan di Sulawesi Utara. Juga dihadiri langsung trio pimpinan Pemkot Manado yakni Walikota GS Vicky Lumentut, Wawali Harley AB Mangindaan dan Sekdakot Haefrey Sendoh.

Festival seni budaya bantik ini pun dilaksanakan guna mengenang gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi ke 63, yang adalah warga bantik.

GSVL sapaan akrab Walikota dalam sambutannya, mengatakan bahwa salah satu isi Visi Manado Kota Model Ekowisata yakni mengembangkan seni budaya.

“Saya berterima kasih karena usulan kami tahun 2011 lalu bahwa seni badaya bantik dijadikan festival tahunan bisa terwujud bergandengan tangan antara panitia dengan dinas pariwisata kota Manado,”ujar GSVL sapaan akrab Walikota.

Untuk itu, semangat, perjuangan, keberanian dan kecintaan terhadap tanah air dari Robert Wolter Mongisidi adalah nilai-nilai yang penting yang perlu diingat terutama oleh generasi muda.

“Dulu pahlawan berjuang secara fisik untuk merebut kemerdekaan. Sekarang perjuangan kita adalah membebaskan diri dalam pengertian yang lebih luas, antara lain berjuang membebaskan diri dari kebodohan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu panitia, Robert “Bote”Wolter Mongisidi merupakan anak ke-4 dari pasangan Petrus Mongisidi dan Lina Suawa. Sebelum ditembak mati, Bote minta didoakan dan minta dibacakan salah satu ayat pada Mazmur 23 yang berbunyi: “Tuhan adalah gembalaku, sekalipun aku berjalan dibawa bayang-bayang maut, aku tidak akan takut dan gentar sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghiburku.” Kemudian delapan butir peluru mengoyak tubuh putra bantik ini.

Menurutnya salah satu kata bijak yang pernah diucapkan oleh Bote adalah, ” Jangan takut melihat masa yang akan datang, saya telah membersihkan jalan bagi kalian, meskipun belum semua tenaga saya berikan.”

Pantauan manadotoday hampir semua tempat tertera tulisan H H H yang merupakan kependekan dari Hinggilirdang, Hintakinang, dan Hintalrunang yang artinya baku-baku sayang, baku-baku tolong, dan baku-baku bae.

Hadir dalam kegiatan ini Asisten I Pemprov Sulut, Mecky Onibala mewakili Gubernur, Dandim 1309 Letkol Yudianto Putra Jaya, Wakapolres Manado AKBP Jackson Lapalonga, TNI-Polri dan tua-tua adat bantik.

Seperti diketahui warga Suku Bantik yang hadir berasal dari 11 Desa/Kelurahan yaitu Singkil, Bailang, Bengkol, Minanga, Tanamon (Minsel), Sumoit (Bolmong), Buha, Talawaan, Kalasey, Meras dan Molas.(ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading