Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan, Headline

Stok Beras di Sulut Aman

Redaksi Manado Today   |   24 Februari 2011 – 22:29 WITA

Manado Today – Meskipun cuaca di Sulawesi Utara kian ekstrim, namun Stok beras dalam kondisi aman. “Stok beras saja di daerah sekitar 40 ribu ton untuk kebutuhan hingga Maret 2011 mendatang,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Sulut, Frits Kaunang, di Manado, Kamis tadi.

Keberadaan stok beras itu sebagian di gudang Bulog, kemudian ada di tangan pengecer/pedagang hingga masih berada di tangan petani. Sementara itu ada juga prediksi panen besar akan terjadi pada Maret-April 2011 di daerah, yang diprediksikan tambahan kuota beras melebihi dari stok yang ada saat ini.

“Memang banyak kalangan beranggapan stok beras akan berkurang karena cuaca buruk. Namun pengaruh dari cuaca itu sangat kecil dan tidak akan mempengaruhi tingkat produksi dan kebutuhan,” ungkapnya.

Dari sumbangan produksi beras di Sulut, terbanyak berasal dari Kabupaten Bolaang Mongondow dimana pada akhir tahun 2010 sekitar 266.385 ton padi, dengan areal lahan seluas 47.316 hektar.

Produksi padi secara keseluruhan sebanyak 620.588 ton, dengan daerah terbesar penyumbang dari kabupaten Bolaang Mongondow, kemudian diikuti Kabupaten Minahasa Selatan sekitar 75.560 ton untuk lahan seluas 15.654 hektar, Kabupaten Minahasa sekitar 64.381 ton untuk lahan seluas 12.871 hektar.

Kota Kotamobagu sekitar 52.571 ton dengan lahan 9.735 hektare, Kabupaten Bolmong Utara 49.332 ton untuk lahan 11.419 hektare, Kabupaten Minahasa Tenggara 33.321 ton dengan lahan 6.768 hektare, Kabupaten Minahasa Utara 28.985 ton untuk lahan 7.041 hektare, Bolmong Selatan 22.780 ton dari lahan 4.549 hektare.

Kemudian ada sumbangan produksi yang tidak signifikan dari Kabupaten Talaud, Sangihe, Sitaro, Bolmong Timur, Kota Manado, Kota Tomohon dan Kota Bitung. Dari total produksi padi di Sulut 620.588 ton, bisa menghasilkan beras sekitar 304.118 ton, dengan luas tanam keseluruhan 68.308 hektar atau rata-rata 51,29 kuintal per hektare.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulut Lexi Solang mengatakan, pengaruh cuaca ekstrim terhadap produksi beras saat ini sangat kecil, namun untuk beberapa bulan ke depan bisa berpengaruh besar. Pengaruh terjadi karena besarnya ancaman hama yang mengganggu kegiatan pertanian di daerah, didapat dari curah hujan tinggi dan mengganggu ekosistem tanaman. Sejumlah hama yang menyebar luas di areal pertanian yang ada, seperti hama Kepiding tanah, wereng coklat, tungro dan sebagainya, itu harus diwaspadai para petani. (bam/her)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading