Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

Sulut Jajaki Kerjasama dengan Mongolia

Tonny Sumakul   |   30 November 2011 – 09:50 WITA

Manado, MTC – Sejumlah negara luar saat ini, terus memantau Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah di Indonesia, untuk berinvestasi. Kali ini datang dari Mongolia Dalam, yang mulai menjajaki kerjasama dengan daerah yang dinakhodai Gubernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) itu.
Gubernur Mongolia Dalam Mr. Ba Teer yang didampingi rombongannya, mengungkapkan bahwa kunjungan mereka ke daerah ini, untuk mengajak provinsi yang berjulukan Bumi Nyiur Melambai, dalam menjalin kerjasama di lintas sektor.
“Kami ingin menjalin kerjasam dengan Sulut, untuk berbagai sektor,” kata Ba Teer, saat mengadakan pertemuan dengan Gubernur Sarundajang, di rumah dinas Gubernuran Bumi Beringin Manado, Selasa (29/11/2011) tadi malam.
Dalam pembicaraan kedua kepala daerah itu, berencana akan membuka penerbangan langsung dari Manado ke Mongolia, serta kerjasama di bidang pariwisata.
Ba Teer juga, langsung mengundang Sarundajang, untuk mengunjungi daerah otonom setingkat Provinsi di Republik Rakyat Cina (RRC) tersebut.
Sementara Sarundajang mengungkakan, kalau pihaknya meninginkan kerjasama dengan Mongolia, dimulai dari bidang tourism. Pasalnya, ada tradisi peninggalan China yang sampai saat ini popular di Sulut dan telah menjadi calendar of event pariwisata yakni Tapikhong.
“Saya juga berharap pak Gubernur Mongolia, untuk berkunjung kembali di Sulut, bertepatan dengan pelaksanaan Tapikhong, yang bedrlangsung dua minggu sesudah tahun baru China,” ungkap SHS sapaan akrab Sarundajang.
Lanjutnya menyampaikan, Sulut dan Mongolia sendiri, memiliki banyak kesamaan. Bahkan, mendengar cerita orang tua, salah satu nenek moyang orang Sulut adalah keturunan Mongolia.
“Masyarakat Sulut, hidup dengan kerukunan dan saling membantu. Samahalnya juga dengan yang ada di Mongolia,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, wakil Sekretaris Komite Otonomi Mongolia tahun 2001 ini, mengatakan, disebutnya Mongolia Dalam sebab lebih dekat menurut persepsi Cina, yang jika dibandingkan dengan negara Mongolia yang berdaulat penuh, disebut Mongolia Luar.
“Jumlah penduduk Mongolia Dalam sendiri, sebanyak 24 juta jiwa. Namun, Mongolia mampu mengalami kemajuan yang cukup cepat,” tukas anggota Alternatif Mongolia. (ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading