Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Dari Redaksi

Tahun Politik Adalah Juga Pertarungan Gengsi Tiga Partai Besar

Blank Page   |   8 Januari 2014 – 12:17 WITA

minsel,minahasa selatan, david masengi,Oleh David ” Waseng” Masengi

AMURANG, (manadotoday.com) – Mengawali tahun 2014 ini, banyak dari kalangan masyarakat mengatakan adalah tahun Politik sekaligus tahun dimulainya pertarungan. Dan sudah pasti banyak hal yang menjadi keinginan dan harapan bahkan target tujuan yang hendak dicapai oleh setiap orang demi sebuah kesejateraan kepada masyarakat. Tak terkecuali yang menjadi target kepentingan politik partai peserta pemilihan umum (pemilu).

Jika bicara kepentingan politik partai di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), tentu relasi atau hubunganya tidak lepas dari para pemimpin daerah yakni Ketua DPRD Minsel Boy Tumiwa BSc SH, dan suami tercinta Bupati Minsel Christiany Eugenia Tetty Paruntu SE, yakni Kristovorus Dekky Palinggi SE (KDP), serta Anak dari Wakil Ketua DPRD Minsel John RM Sumual SE SH, yakni Alther Z Sumual SH.

Hal ini dikarenakan Tumiwa sendiri selain sebagai pimpinan DPRD Minsel yang diberikan mandat sebagai pemegang amanah dan aspirasi rakyat Minsel, Tumiwa juga sebagai Sekertaris Partai PDI-Perjuangan Kabupaten Minsel, begitu juga dengan Alther Z Sumual SH, selain anak dari Ketua DPC Partai Demokrat Minsel, Sumual juga adalah Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut), lain halnya dengan Kristovorus Dekky Palinggi SE, meskipun dirinya dianggap pendatang baru dari partai Golkar, dirinya juga merupakan suami tercinta dari Bupati Minsel yang juga Bendahara I DPD Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Tetty Paruntu SE, sekaligus anak mantu dari Ketua DPD Partai Golkar Minsel Jenny J Tumbuan SE selaku wakil Ketua DPRD Minsel.

Tidak hanya itu, untuk DPRD Minsel sendiri, John RM Sumual SE SH selain Wakil ketua DPRD Minsel, Sumual juga merupakan ketua DPC Partai Demokrat Minsel, begitu juga nama Jenny J Tumbuan SE, selain wakil ketua DPRD Minsel Tumbuan juga merupakan politisi senior yang merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Minsel, sama hal dengan Rommy Pondaag SH MH, selain Ketua Komisi II DPRD Minsel dirinya juga merupakan Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Minsel.

Sementara untuk Tumiwa, Alther Sumual dan KDP, Ketiganya akan bertarung secara terbuka dan habis-habisan dalam pesta demokrasi politik pada tanggal 9 April 2014 mendatang dengan diawali perebutan kursi legislatif hingga pertarungan perebutan kursi presiden RI. Dan pertarungan akan mereka lakuka secara politik dan ini juga adalah konsekuensi yang harus dijalani ketiganya sebagai Calon Legislatif untuk DPRD Provinsi. Begitu juga Tumbuan, Sumual, dan Pondaag mereka akan bertarung kembali untuk menduduki DPRD Minsel periode 2014-2019 ini.

Sementara itu dalam ruang lingkup daerah Minsel, partai Demokrat dan PDI-P serta Partai Golkar adalah partai yang sangat di perhitungkan dalam perebutan kursi legislatif. Ketiganya juga telah memiliki fondasi yang kuat sebagai partai peserta pemilu. Perolehan kursi legislatif DPRD Sulut pada periode 2009-2014 adalah sebuah bekal awal yang tak boleh di sepelehkan. Pasalnya, dari 6 kursi yang akan di perebutkan oleh puluhan caleg dapil Minsel-Mitra untuk DPRD Provinsi. Pada periode 2009-2014 Demokrat memiliki Satu kursi yang saat ini ditempati oleh Jhon Sumual SE, sementara Partai Golkar satu kursi Alm Prof DR Ir Jopie Paruntu SE. Sedangkan PDIP memiliki satu kursi yang saat ini diduduki oleh Frangky Wongkar (PAW James Sumendap akabit terpilih menjadi bupati Mitra-red), begitu juga di DPRD Minsel tiga Parpol tersebut yang berkuasa.

Bukan rahasia lagi bahwa target politik yang akan dicapai oleh petinggi-petingi partai ini yakni menguasai sebanyaknya kursi parlemen di DPRD Sulut sehingga mampu meraih kursi pimpinan atau Ketua DPRD Sulut dan Ketua DPRD Minsel untuk periode 2014-2019 mendatang. Siapa yang bisa mewujudkan cita-cita itu, tergantung strategi yang akan dimainkan. Bila yang menjadi penilaian kekuatan tiga partai ini adalah materi, tentu sangat terpenuhi dan memenuhi syarat, ketiganya berlatar belakang pengusaha, jadi soal materi untuk persiapan pertarungan tahun ini ketiganya bisa dikatakan paling siap.

Meski masih terasa dingin dan seakan tak nampak ke permukaan, namun sesungguhnya pertarungan strategi politik antara Demokrat, Golkar dan PDI-P di Minsel sudah dimulai sejak awal tahun 2013 lalu. Dan berkat kedewasaan berpolitik yang baik dan santun yang dimiliki tiga partai ini,  masyarakat Minsel sebagai objek sasaran politik tak pernah merasa sedang terjadi pertarungan politik, justru yang didapatkan adalah rasa damai, nyaman dan kehidupan bermasyarakat dan bersosial tak pernah terkotak-kotak. Masyarakat juga tidak pernah bergesekan paham dan pandangan tentang gerakan politik meski basis Golkar dan PDI-P serta Demokrat sama-sama ada di masyarakat Minsel.

Dalam momentum pertarungan kali ini, tidak kalah menarik adalah kekuatan politik yang melekat pada struktur pemerintahan Minsel, dalam hal ini pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Akankah kekuatan PNS juga akan ikut diperebutkan oleh tiga parta besar yakni Golkar, Demokrat dan PDI-P, sebagaimana yang akan terjadi pada arena perebutan dukungan di masyarakat atau tetap dibiarkan berada pada rel independen sehingga PNS tidak lagi menjadi kaki tangan penguasa untuk mencapai kepentingan politik. Ini diperhitungkan mengingat PNS adalah salah satu kekuatan politik yang patut diperhitungkan dalam setiap hajatan pesta demokrasi dan sering menjadi bagian penentu kemenangan.

Apapun yang menjadi target politik tiga partai penguasa di Minsel ini (Golkar, Demokrat dan PDI-P), pasti menjadi bagian dari terget politik partai lain sebagai peserta Pemilu. Mengenai siapa yang akan menjadi pemenang dalam pertarungan tahun ini hingga mampu menguasai kursi parlemen DPRD semua akan terjawab dengan kinerja partai seiring waktu berjalan. Dan yang paling mendasar untuk selalu diingat adalah, dalam dunia politik, tidak ada yang gratis. Sejatinya, semua partai politik memiliki kesempatan dan peluang yang sama menjadi pemenang, namun untuk pertarungan politik di daerah pemilihan Minsel dan Mitra, Partai Golkar dan PDI-P adalah partai yang akan bersaing ketat di tahun pertarungan ini, hal ini karena Minsel sendiri di bupatinya dari partai Golkar, sementara untuk Mitra sendiri bupatinya dari partai PDI-P. Semoga pertarungan politik di dapil Minsel dan Mitra untuk DPRD Sulut dan DPRD Minsel dan Mitra sendiri di tahun ini akan mengedepankan pendidikan pada masyarakat. Masyarakat bukan objek pemenuhan hasrat politik, tapi lebih kepada tanggungjawab politik dengan membimbing dan mengarahkan.(**)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading