Taxi Gelap Marak, Sopir Bus di Minahasa Selatan Mengeluh
AMURANG, (manadotoday.com)– Maraknya, aktvitas sopir taxi gelap di Minahasa Selatan terus mengganggu pendapatan pemilik angkutan umum jenis bus.
Sejumlah sopir bus Amurang – Manado, Motoling – Manado, Tompaso Baru – Manado dan Tumpaan – Manado terus mengeluh.
Pasalnya, belakangan ini pendapatan mereka terus menurun drastis, karena penumpang lebih memilih menggunakan taxi gelap ketimbang naik bus.
“Belakangan ini taxi gelap terus menjamur, sehingga penumpang bus makin berkurang,” ujar Wenny Kalangi salah satu sopir Bus Amurang – Manado.Alhasil, Kalangi meminta agar instansi terkait dalam hal ini dinas perhubungan dan pihak kepolisian agar turun tangan melakukan penertiban.
Senada dikatakan Lodi Rogi Sopir Motoling – Manado, menurutnya persoalan ini sudah beberapa kali dibahas, namun semua kesepakatan tidak berjalan dengan baik.
Dimana sebelumnya sudah ada pertemuan dan memberikan dispensasi bagi taxi gelap untuk beroperasi bawah jam 07.30 Wita. Namun belakangan taxi gelap semakin marak, dan mereka memuat penumpang sampai lewat jam 10 pagi.
” Ini sangat menyulutkan sopir bus,” ujarnya yang dibenarkan oleh sejumlah sopir bus lainnya.
Selain itu tarif penumpang bus hanya terpaut Rp 10 ribuan. Kalau tarif bus Rp 10 ribu per penumpang, tarif taxi gelap Rp 12 ribu hingga 15 ribu per penumpang, dan penumpang lebih memilih naik taxi gelap. “Kalau hal ini tidak ditertibkan kami akan melakukan aksi Demo,”ancam sejumlah sopir bus di Minahasa Selatan.(dav)








Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.