Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

Tepung Kelapa Sulut Diekspor ke Jerman-Belgia

Staff Manado Today   |   6 Mei 2011 – 21:00 WITA

Manado Today – Salah satu komoditas unggulan Sulawesi Utara (Sulut) yaitu tepung kelapa atau desiccated coconut, ternyata mampu menembus pasar Internasional dan diekspor ke negara-negara di benua Eropa, bahkan pada awal Mei 2011, 51,4 ton tepung kelapa Sulut di ekspor ke Jerman dan Belgia.“Ekspor tepung kelapa sebanyak 51,4 ton menghasilkan devisa bagi daerah ini sebesar 152.900 dolar Amerika Serikat,” kata Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan di Manado, Jumat.

Sanny mengatakan, ekspor tepung kelapa ke dua negara tersebut dalam dua jenis yang sedikit berbeda kualitasnya karena itu nilai ekspor diterima dari kedua negara tidak sama.

“Ekspor ke Belgia sebanyak 25.401 kilogram (Kg) menghasilkan devisa sebanyak 84.000 dolar AS, lebih tinggi ketimbang ke Jerman 26.000 Kg tetapi hanya menghasilkan devisa 68.900 dolar AS,” kata Sanny.

Kepala Seksi Ekspor Impor, Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut, Son Sangadi mengatakan, ekspor ke Belgia dilakukan melalui pelabuhan Antwerp sedangkan ke Jerman melalui pelabuhan Hamburg.

“Belgia dan Jerman, merupakan dua negara yang selama ini selalu menjadi andalan ekspor tepung kelapa, dengan potensi pasar cenderung meningkat satu dua tahun tahun terakhir ini,” kata Son.

Diharapkan, ekspor ke Belgia dan Jerman masih akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang, dan pengekspor di daerah ini siap memasok dalam jumlah yang lebih besar.

Di Sulut terdapat sekitar enam perusahaan tepung kelapa yang dari tahun ke tahun selalu konsisten dalam produksinya, sehingga mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri yang cenderung meningkat.

Tepung kelapa merupakan salah satu produk turunan kelapa yang menunjukkan kontinuitas ekspor yang tinggi hingga kini, baik dalam volume maupun jumlah negara pembeli memperlihatkan tren peningkatan.

“Komoditas tepung kelapa belum mampu menyumbang devisa terbesar pada angka ekspor Sulut, karena harga jual yang relatif murah dibanding minyak kelapa kasar atau crude coconut oil (CCO),” kata Son.

Kendati devisa tidak sebesar komoditas lainnya, tetapi produk ini mampu merambah berbagai negara di lima benua yang ada di dunia. (ann/raf)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading