Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Hukum dan Kriminal, Tomohon

Ternyata, Julie Tewas Akibat 2 Kali Hantaman Helm

Ardi Kalumata   |   22 Februari 2012 – 10:13 WITA
rekonstruksi pembunuhan julie wowor

Saat rekonstruksi, Fer memperagakan saat ia memukulkan helm ke bagian belakang kepala korban

Tomohon, (manadotoday.com)—Ada hal menarik dalam rekonstruksi kematian Fransisca Julie Wowor, warga Kelurahan Matani II Lingkungan VII Tomohon Tengah pada 10 Januari lalu. Dari rekonstruksi yang dilakukan Rabu (22/2) mulai pukul 08:00 Wita, terungkap bahwa memar di bagian belakang kepala Julie karena hantaman helm yang dua kali dilakukan tersangka FR alias Fer, warga Woloan II Lingkungan V Tomohon Barat. Kuat dugaan itu merupakan penyebab kematiannya.
Rekonstruksi dengan 26 adegan di bawah pimpinan AKBP Marlien Tawas SH MH tersebut diawali di pusat kota, depan BNI Cabang Tomohon.
Di depan BNI, korban meminta kepada tersangka yang berprofesi sebagai tukang ojek untuk mengantarnya ke rumah. Tersangka pun menyanggupinya. Karena tidak ada helm, begitu tiba di depan Toko Neltje, tersangka membelokkan motornya ke arah Timur yakni ke Kelurahan Paslaten I dengan maksud menuju rumah korban di Matani.
Tiba di depan kantor Lurah Matani II, jalan yang seharusnya terus ke arah Selatan, Fer membelokkan sepeda motornya ke arah Timur menuju daerah Wakas.
Usai tanjakan, di adegan ke-6, Fer mulai melakukan aksinya dengan memegang paha korban. Korban pun menepisnya dan terjadi saling dorong tangan. Tersangka terus memacu depeda motornya hingga melewati perempatan menuju SMP Kristen Tomohon.
Tak tahan dengan perlakuan Fer, korban langsung melompat di jalan tepat di depan rumah Berty Sampouw, salah satu saksi. Tak hanya sampai di situ, sepuluh meter dari lokasi korban melompat, Fer turun dari sepeda motornya menuju ke arah korban yang telah tergeletak di jalan.
Adegan berikutnya, Fer membuka helm yang digunakannya dan memukulkan ke kepala bagian belakang korban.
Ini berbeda dengan pengakuan Fer waktu lalu bahwa saat korban melompat, ia kembali untuk menolongnya. Tapi, karena takut dikeroyok, ia mengurungkan niatnya untuk kembali.
Akibat perbuatannya, Fer dikenakan Pasal 340 KUHP Primer dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara. Ini dikarenakan Fer tidak membawa korban ke lokasi yang diminta setelah menumpang ojek, bermaksud berbuat cabul, membawa barang milik kepunyaan korban dan bermaksud menghabisi korban dengan memukulkan helm sebanyak dua kali di kepala korban.
Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas SH MH mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu sehingga pelaksanaan rekonstruksi berjalan dengan aman dan lancar. ‘’Tanpa dukungan penuh dari masyarakat, rekonstruksi ini tak akan berjalan dengan baik,’’ tukasnya. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading