Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Pemerintahan

Tim Panja RUU Ormas Cari Masukan di Pemprov Sulut

Tonny Sumakul   |   13 September 2012 – 20:06 WITA
Abdul Malik Haramain

Gubernur Sarundajang memberikan bingkisan pada Ketua tim RUU Ormas, Abdul Malik Haramain

MANADO, (manadotoday.com) – Dalam rangka penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), tim panitia kerja (panja) dari DPR-RI, cari masukan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kunjungan yang dipimpin Abdul Malik Haramain M.S itu, diterima Gubernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), di ruang Mapaluse kantor gubernur Sulut, Kamis (13/9).

Menurut Haramain, kunjungan di Sulut ini, adalah untuk mengkaji dinamika ormas yang berkembang di daerah ini. Hasil kunjungan ini, akan dilakukan uji publik, terhadap RUU Ormas, dan mengkaji juga pola penerapan hukum terhadap Ormas yang melakukan pelanggaran.

Sementara itu, Kapolda Sulut Decky Atotoy yang mengawali laporan, menyatakan berdasarkan data di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut, selaku instansi yang menangani ormas, Sulut sendiri belum pernah memberikan sanksi hukum kepada suatu ormas.

“Kalau sanksi personafikasi sudah ada. Namun sanksi pidana untuk organisasinya, belum pernah ada,” ujar Kapolda.

Gubernur Sarundajang dalam sambutannya, dengan tegas menyatakan jika hal utama yang harus dikaji dalam draft RUU ormas, yakni penjelasana pada Pasal 8 terkait jumlah personil yang mendirikan suatu ormas.

Dalam Pasal 8 draf RUU Ormas itu, menyebutkan jika sekurang-kurangnya ormas didirikan tiga warga negara Indonesia.

Sarundajang menilai, kalau dalam suatu keluarga berjumlah lebih dari tiga bersaudara, kenungkinan akan dengan mudah dapat mendirikan ormas.

“Bisa kita bayangkan jumlah ormas yang akan bertambah setiap tahun,” tandas Sarundajang, seraya memberikan penekanan soal asas Pancasila yang wajib menjadi dasar setiap ormas di Indoensia.

Disisi lain, Sarundajang memberikan masukan untuk perampungan RUU ormas, seperti larangan dan sanksi untuk ormas yang prakteknya membahayakan kepentingan nasional. Kata dia, ormas-ormas yang melakukan pelanggaran, harus diberikan sanksi secara bertahap, yakni sanksi administratif sampai pembubaran ormas.

“Sanksi ormas asing yang mengganggu kepentingan nasional juga, harus diatur. Negara harus dengan tegas menyikapi ormas asing, yang membahayakan kepentingan nasional. Kalau perlu cabut izin dan melarang mereka beroperasi di Indonesia,” tegas Sarundajang.

Menanggapi masukan-masukan dari Pemprov Sulut itu, tim Panja, Haramain, mengatakan, tujuan utama yang mendasari kedatangan mereka, sudah terjawab.

“RUU ini adalah inisiatif hak usul DPR RI atas perubahan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1985, tentang organisasi kemasyarakatan. Dalam memutuskan perubahan atas undang-undang itu, perlu adanya masukan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, LSM, dan para pakar dari perguruan tinggi,” ujar Haramain, seraya menambahkan, akan juga dimasukan UU pengatur pelanggaran hukum atas sebuah organisasi yang meresahkan masyarakat.

Diketahui, selain Haramain, tim panja RUU Ormas terdiri dari Drs. Umar Arsal, Dr. Deding Ishak, Muslim SH, Drs. Eddy Sadeli SH, Dra. Eddy Mihati M.Si, Dewi Asmara MH, Indra SH, Achmad Rubaie MH, Dr. Sumarjati Arjoso, Paula Sinjal SH, dan beberapa pendamping dari unsur eksekutif.

Di akhir pertemuan itu, Gubernur Sarundajang memberikan bingkisan pada ketua tim RUU Ormas, Abdul Malik Haramain M.S. (ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading