Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

Tim Pengendali Inflasi Minta Bantuan Saprodi

Redaksi Manado Today   |   2 Maret 2011 – 02:42 WITA

Manado Today – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merekomendasikan bantuan sarana produksi (Saprodi) pangan seperti benih dan pupuk dipercepat dalam upaya mendorong peningkatan produksi.

“Komoditas pangan terbukti menjadi pendorong inflasi yang sangat signifikan, karena itu, instansi terkait harus mempercepat bantuan benih dan pupuk kepada petani dalam upaya mendorong produksi pertanian,” kata Pemimpin Bank Indonesia (BI) Manado diwakili Peneliti Ekonomi Madya, Eko Siswantoro selaku Wakil Ketua TPID Sulut di Manado, pada rapat koordinasi TPID berlangsung di Manado, Selasa (1/3).

Eko mengatakan, fokus benih terutama pada produk pangan utama masyarakat seperti beras, karena itu, bantuan benih padi dan pupuk kepada petani harus disampaikan secepatnya.

Pakar Ekonomi Pertanian Sulut, Dr R Rogi mengakui, bantuan benih yang dialokasikan melalui dana pemerintah pusat (APBN) seringkali terlambat disalurkan ke petani pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini, kita ingin supaya bantuan benih pangan utama masyarakat harus tiba tepat waktu sebab masa tanam padi dan bahan pangan lainnya ada waktunya,” kata R Rogi.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Sulut, Marietta Kuntag selaku narasumber tetap TPID, mengatakan, selain beras, maka komoditas cabai supaya menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat.

“Inflasi Manado bulan Februari 2011, cabai menjadi penyumbang nomor satu, hal ini disebabkan produksi petani yang belum maksimal, karena itu harus menjadi perhatian lebih serius,” kata Marietta.

Selain cabai, kelompok bumbu-bumbuhan seperti bawang, kata Marietta tidak boleh dipandang remeh, sebab dalam kenyataan sering menohok inflasi daerah lebih tinggi dibanding daerah lainnya di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dantes Simbolon menjelaskan, tekanan inflasi pada Februari 2011 yang mencapai 0,21 persen, lebih banyak disebabkan kenaikan harga produk pangan.

“Karena itu, produksi dan ketersediaan bahan pangan masyarakat harus didorong terus, karena dengan stok tersedia cukup maka harga dapat stabil, dengan demikian inflasi dapat terkendali,” kata Dantes.

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading