Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

Tingkat Konsumsi Daging di Manado Meningkat 300 Persen

Staff Manado Today   |   26 Juli 2011 – 12:37 WITA

Manado Today – Dinas Pertanian dan Kehutanan Manado memprediksi konsumsi daging ayam dan sapi masyarakat Manado selama Ramadhan 1432 hijriah naik sampai 300 persen dari biasanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Manado, Ricky Poli, di Manado mengatakan, normalnya kebutuhan daging masyarakat Manado untuk daging ayam itu 6.500 ton setiap hari

“Namun berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya setiap kali puasa selalu naik sampai 19.000 bahkan 20.000 kg setiap harinya, ” katanya.

Sementara untuk konsumsi daging sapi mengalami kenaikan yang signifikan yakni sekitar 300 persen dari normal 350 kilogram menjadi sekitar 1.050 kg per hari selama bulan puasa.

Menurut dia, daging ayam dan sapi yang masuk ke Manado dipasok dari daerah Minahasa, Minahasa Utara dan Minahasa Selatan, sementara daging sapi dari Gorontalo dan Bolaang Mongondow.

“Semuanya dijamin aman dan layak dikonsumsi masyarakat terutama umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Dikatakannya, lonjakan konsumsi daging saat puasa ini biasa terjadi, sehingga tak perlu dikhawatirkan dan masyarakat pun selama ini tak pernah panik, karena biasanya di hari-hari raya keagamaan seperti puasa, lebaran dan natal maka harga kebutuhan pangan termasuk daging naik.

“Sekarang berdasarkan pantauan yang dilakukan tim pengawas dan pemeriksa yang kami bentuk di pasar tardisional maupun modern harga sapi sudah mulai bergerak naik dari Rp75 ribu menjadi Rp80 ribu perkilogram namun tetap kami awasi dengan ketat,” kata Poli.

Dikatakan Poli, pihaknya melakukan pengawasan ketat untuk menjamin daging-daging yang dijual tersebut tidak mengandung zat-zat berbahaya atau rusak dan aman untuk dikonsumsi oleh mereka masyarakat.

Sementara itu sejumlah pedagang di Manado mengatakan mereka tidak akan menjual dengan harga yang tinggi kalau dari tempat pemotongan itu murah namun kalau sudah dinaikan harganya tentu harus lebih tinggi.

“Kan kita ini pedagang kalau tidak dinaikan sedikit pasti tidak akan dapat untung jadi kami menyesuaikan saja dengan keadaan, tetapi tentu tidak akan dinaikan terlalu tinggi juga sebab kan sekarang bulan puasa,” kata Aminah pedagang ayam di pasar Bersehati.

Di Manado ayam-ayam dipotong di tempat pemotongan ayam, begitu juga sapi di rumah potong hewan dan setiap hari diperiksa oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Manado untuk memastikannya aman dan tidak terkontaminasi serta layak untuk dikonsumsi. (ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading