Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa Selatan

Tokmas Minsel Nilai Warga Picuan Lama Lecehkan Proses Hukum

David Masengi   |   22 April 2012 – 22:32 WITA

Buntut Tindakan Perusakan Delapan Kendaraan Kejari dan Polres Minsel

Mobil Samabta Polres Minsel dirusaki warga Picuan belum alama ini, yang diangkut Satlantas

AMURANG, (manadotoday.com) – Sejumlah tokoh masyarakat Minahasa Selatan (Minsel) menilai tindakan anarkis yang dilakukan sejumlah warga Desa Picuan Lama Kecamatan Motoling Timur, yang melakukan pengrusakan terhadap sejumlah kendaraan Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Minsel sama halnya melecehkan proses hukum, menyusul divonisnya JK alias Ance (40-an) oleh Kejari Minsel karena terbukti bersalah melakukan Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI).
”Tindakan warga murni kriminal dan Patut diselidiki. Dan sama halnya dengan melakukan pelecehan terhadap hukum, ” ujar Johanis Frans tokoh masyarakat Minsel kepada manadotoday Minggu (22/4/2012) siang tadi.
Ditambahkan Johanis, sikap warga yang menghalang – halangi tugas kejaksaan dan kepolisian, mencerminkan ketidakpatutan terhadap hukum. Padahal seharusnya warga Picuan tidak bertindak anarkis terhadap upaya pihak aparat mengeksekusi putusan pengadilan terhadap terdakwa.
”Tindakan ini seharusnya tidak perlu dilakukan dan terjadi. Dan sebagai warga, tentunya kami sangat menyesal atas tindakan anarkis warga yang begitu. Dan itu kan pertanda bahwa warga tidak patut terhadap hukum,” tandasnya.
Sekedar informasi, pada Kamis Kamis (19/04) sekitar Pukul 20.00 Wita lalu, pihak Kejari dan Polres Minsel gagal melakukan eksekusi terhadap JK alias Ance (40-an) di Desa Picuan Lama. Pasalnya eksekusi yang hendak dilakukan dihalangi oleh sejumlah warga yang tidak menerima putusan Kejari yang dari hasil persidangan, memvonis terdakwa dua tahun penjara karena dinyatakan bersalah terlibat dalam aktivitas PETI di Desa Picuan, Kecamatan Motoling Timur dan sekitarnya.
Akibatnya dalam insiden tersebut terjadi tindakan anarkis warga yang menghalau penangkapan terhadap terdakwa, dengan merusak delapan buah mobil milik aparat hingga tak berfungsi lagi.
Sementara aparat kepolisian yang ada di lokasi, tak bisa berbuat banyak meskipun telah memberikan tembakan peringatan yang dilontarkan ke udara.
Kajari Amurang Supriyanto SH melalui salah satu jaksa, membenarkan kejadian tersebut.
“Memang benar kami dihalau massa saat hendak mengeksekusi terdakwa,” ujarnya sambil meminta namanya jangan ditulis.
Sementara itu Kapolres Minsel AKBP Sumitro SH belum berhasil dikonfirmasi. (dav)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • benny ramdhani mengatakan:

    saya tegaskan bahwa kasus picuan adalah murni penegakan hukum yaitu jaksa menjalankan putusan makama agung dan meminta bantuan ke pihak kepolisian untuk eksekusi jadi jangan di politisir karena ada kepentingan pribadi.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading