Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, DPRD Sulut, Headline

Tunjang Swasembada Beras Pemerintah Harus Benahi Infrastruktur

Redaksi Manado Today   |   27 Maret 2011 – 13:09 WITA

Manado Today – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulawesi Utara (Sulut) berharap pemerintah segera membenahi infrastruktur pertanian jika tahun 2012 digalakkan sebagai program swasembada beras.

Ketua KTNA Sulut Lexie Solang

Ketua KTNA Sulut Lexie Solang

“Pada prinsipnya program swasembada beras tahun 2012 di Sulut sangat didukung, asalkan semua infrastruktur penunjang pertanian dalam keadaan baik dan optimal,” kata Ketua KTNA Sulut Lexie Solang, di Manado, Minggu.
Beberapa pembangunan proyek irigasi di Kabupaten Bolmong, Bolmong Utara, Minahasa Selatan dan Minahasa sebaiknya terus dipercepat, sehingga mampu membantu ketersediaan produksi beras di daerah.
Menurutnya, banyak petani di daerah masih mengeluhk belum optimalnya penyelesaian beberapa infrastruktur pertanian, sehingga sulit mendapatkan pengairan secara baik dalam menunjang kegiatan pertanian di daerah.
Kemudian, pemerintah juga diminta lebih giat melakukan sosialisasi kepada petani terkait ancaman penyebaran hama dimana-mana, akibat perubahan iklim yang ekstrim terjadi saat ini.
“Jika penyebaran penyakit dan hama bagi tanaman padi kurang diperhatikan dengan baik, saya ragukan jika program swasembada beras itu bisa tercapai,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulut telah menargetkan swamsebada beras tahun 2012 dengan mengupayakan dan memacu peningkatan produksi pertanian yang ada.
“Provinsi Sulut sebenarnya sudah mencapai swasembada pangan, sementara swasembada beras belum. Sehingga kami berkomitmen untuk mencapai program itu,” kata Gubernur Sulut SH Sarundajang, belum lama ini.
Mantan Irjen Depdagri itu mengatakan, Sulut terus berbenah diri untuk mewujudkan program swasembada beras agar mampu menyangga kebutuhan masyarakat Sulut.
Langkah utama yang harus dilakukan adalah diversivikasi pangan yang tetap dilakukan melalui kegiatan pertanian berbasis sumber daya lokal, serta pentingnya sinergitas antara pemangku kepentingan dan komponen-komponen yang saling berhubungan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan.
“Langkah lanjutnya yakni membuka isolasi pertanian serta memantap infrastruktur pendorong pertanian di sentra-sentra padi,” katanya. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading