Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Tomohon

Turambi: Soal TPA Tara-Tara, Pemkot Tomohon Buat Kesalahan Besar

Ardi Kalumata   |   13 April 2012 – 11:55 WITA

TOMOHON, (manadotoday.com – Koordinaror Environment Parliament Watch (EPW) Kota Tomohon Judie J Turambi SH mengatakan, Pemkot Tomohon telah membuat kesalahan besar soal Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tara-Tara.

Kesalahan tersebut kata Turambi, adalah mengoperasikan TPA tanpa kajian lingkungan terlebih dahulu.

”Ini terbalik. Harusnya kajian lingkungan dulu baru operasional. Karena, itu jelas-jelas melanggar aturan. Masa pemerintah yang membuat aturan lalu pemerintah yang melanggarnya,” ketus Turambi.

Dengan begitu lanjutnya, Pemkot Tomohon memberikan pelajaran yang tidak baik kepada masyarakat.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tomohon Ir Nova Rompas MSi mengakui jika TPA Tara-Tara tidak ada kajian lingkungan. Namun menurutnya sudah akan diproses tahun 2012 ini.

Sementara Kepala Dinas Tata Ruang, Pertamanan dan Persampahan (Tarumansa) Kota Tomohon Theo Paat SIP mengatakan, masih akan dihitung dahulu kapasitas TPA Tara-Tara apakah Amdal atau UKL/UPL.

”Kalau kapasitas 10 ribu ton ke atas, Amdal. Namun jika di bawah 10 ribu UKL/UPL,” jelas Paat seraya memastikan tahun ini kajian lingkungan sudah selesai. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • Nari mengatakan:

    Kalau mau dikaji persoalan TPA Tara-tara yg baru mo urus tu AMdal atau UKL/UPL hal ini mulai mengarah ke masalah hukum yg fatal apalagi masalah lingkungan. Disini kelihatan sekali sikap pandang enteng dari Pemkot, asal kwa torang tu mo pake yi pemerintah.
    Kemudian Kadistakot bilang mo lia Amdal atau UKL/UPL yah ampun ini kadis tidak menguasai dang apalagi baru mo dibikin, berarti dang tu di Pangolombian ndak ada Amdal kasihan. Desa dan masyarakat Pangolombian serta Perum Uluindano tidak dianggap oleh pemerintah, sy pernah mengantar tamu dari Eropah pada 2 bulan lalu dan mereka sangat terkejut di kota seperti ini pemerintahnya tidak melindungi masyarakatnya pengotoran dan pengaruh lingkungan yg sedang merusak masyarakat secara perlahan-lahan

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading