Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa Utara

Uap Panas Hebohkan Warga di Kaki Gunung

Staff Manado Today   |   23 Agustus 2011 – 08:28 WITA

Minut Today – Warga yang ada di kaki gunung tepatnya di Kelurahan Airmadidi Atas tepatnya di Perum SBY, dihebohkan dengan uap panas yang diduga dari dalam perut bumi Gunung Klabat.

Uap panas yang pertama kali diketahui keluarga Kuntel – Lolong, yang tinggal di blok H nomor 9 langsung direspon Pemkab dan aparat Kepolisian Minahasa Utara (Minut).

Berdasarkan sumber dari kepolisian menyebutkan, uap panas yang keluar dari lubang berdiameter sekitar 50 sentimeter itu, dicoba dimasukkan pipa sepanjang tiga meter lebih, untuk mengetahui kedalaman sumbernya. Namun upaya itu, akhirnya sia-sia, karena diduga sumber hawa panas tersebut berada jauh dibawah perut bumi.

“Kami sudah memasang police line di wilayah ditemukan uap tersebut. Itu dimaksud agar masyarakat tidak bebas masuk dilokasi sumber uap. Untuk pernyataan resmi selanjutnya terkait uap tersebut bukan wewenang kami (polisi, red),” ujar Kasubag Humas AKP K Sasombo, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Minut, Ir Hamdani Said melalui staf bidang energi menyebutkan, telah melakukan kordinasi langsung dengan Badan Geologi Kementerian Pertambangan, setelah mengetahui kejadian tersebut dan tetap melakukan pemantauan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan resah, sekaligus juga tetap beraktivitas seperti biasa menunggu hinggaada hasil resmi dari Badan Geologi,” ujar Said melalui stafnya dan diamini Lurah Airmadidi Atas, Ansye Dengah SIP.

Dilokasi, perwakilan Badan Geologi di Sulut, Jappy Rombot, kepada wartawan saat dikonfirmasi mengatakan, tim dari Badan Geologi Bandung akan tiba di Manado Selasa (23/8/2011), dan akan langsung menuju lokasi untuk melakukan pendeteksian. Itu dimaksud, agar akan diketahui apakah uap tersebut memiliki kandungan gas berbahaya SO2, lalu akan diperiksa juga apakah uap ini ada hubungannya dengan gunung Klabat atau tidak.

“Memang sementara tidak tercium bau belerang, namun saat ini tidak dapat dipastikan sebelum dilakukan deteksi,” ujar Rombot.

Laporan warga menyebutkan, pada pagi hari uap beserta asap terlihat lebih jelas. Oleh warga dan aparat pemerintah dan polisi lubang itu pun langsung ditutupi dengan seng dan batangan bambu.

Lurah Airmadidi Atas sebagaimana dimintakan tim Badan Geologi Sulut, menyampaikan kepada warga agar tidak mendekati lubang, khususnya pada malam hari menjaga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Diketahui, Gunung Klabat terakhir meletus pada tahun 1821 atau 190 tahun silam. Gunung Klabat sendiri, gunung tertinggi di Sulawesi Utara (2.000 meter). Gunung ini salah satu rangkaian dari Pacific Ring of Fire. Pacific Ring of Fire adalah rangkaian gunung api yang mengitari Samudra Pasifik. Dimulai dari pegunungan Andes di Amerika Selatan, Rocky Mountains, Alaska, menyeberang ke arah barat tepatnya di utara Rusia, Jepang, Filipina, Sulawesi Utara terus melewati bagian utara Papua hingga Selandia Baru. (*/ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading