Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Advetorial

Berulang Tahun ke-51, Bank Sulut Sudah Turunkan Bunga Kredit

Adri Mamangkey   |   11 Juni 2012 – 19:56 WITA
Dirut Bank Sulut, Johanis Salibana

Dirut Bank Sulut, Johanis Salibana, didampingi komisaris dan direksi lainnya melepas peserta jalan sehat.

TANPA terasa, pada bulan Juni ini usia Bank Sulut telah menapak angka 51 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, telah banyak prestasi yang ditoreh bank yang populer dengan panggilan Torang pe Bank ini.

Selain berbagai penghargaan dari beragam lembaga di tingkat nasional, di kalangan Bank Pembangunan Daerah (BPD)Bank Sulut pun beberapa kali tampil sebagai pioneer, semisal saat digagasnya penggunaan BPD-Card.

Komisaris Utama Bank Sulut, Robby Mamuaja

Komisaris Utama Bank Sulut, Robby Mamuaja, beserta jajaran direksi dan peserta fun bike

Memasuki usia yang makin matang ini, Bank Sulut sebagai satu-satunya bank kebanggaan masyarakat Sulut dan Gorontalo, setelah sukses mengembangkan jaringan kantornya di Jakarta dan Jawa Timur, kini meningkatkan fokus perhatiannya pada pengembangan produk dan jaringan di “rumah sendiri”.

Sejak akhir tahun lalu, Bank Sulut yang menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, mengefektifkan penggunaan Kartu Pegawai Elektronik (KPE) sebagai bentuk apresiasi kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah ini. Betapa tidak, dengan KPE–yang juga berfungsi sebagai kartu identitas—PNS mendapatkan kemudahan dalam pengurusan jaminan hari tua, perumahan maupun  asuransi kesehatan.

Kapolda Sulut Brigjen Pol. Drs. Dicky Atotoy

Kapolda Sulut Brigjen Pol. Drs. Dicky Atotoy melakukan serve menandai dimulainya kejuaraan terbuka bola voli Piala Kapolda dan Piala Bank Sulut.

Kartu inipun dapat digunakan menarik uang di semua mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Sulut atau yang berlogo ATM Bersama di seluruh Indonesia, serta berlogo Bankcard di Malaysia dan juga Singapura.
Untuk menunjang KPE ini serta lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, Bank Sulut bakal menambah jaringan ATM-nya yang akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis untuk mempermudah masyarakat melakukan transaksi. Selain itu, jaringan kantor cabang pun diperluas hingga ke pelosok agar sentra-sentra produksi di daerah dapat lebih berkembang, guna menumbuhkan ekonomi rakyat.

Wagub Sulut, DR. Djauhari Kansil

Wagub Sulut, DR. Djauhari Kansil (keempat dari kiri) meniup lilin ulang tahun bersama direksi - komisaris Bank Sulut dan direksi Bank Mega.

‘’Semua terobosan ini dilakukan untuk menjawab permintaan masyarakat agar Bank Sulut lebih dekat lagi pada masyarakat. Kita ingin bertumbuh terus menjadi lebih besar lagi bersama warga dan pemerintah daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo,’’jelas Direktur Utama Bank Sulut, Johanis Salibana.

Karena itu, kata dia, Bank Sulut sejak awal tahun ini sudah menurunkan bunga pinjamannya (kredit), sehingga efektifnya berada di bawah rata-rata  yang diterapkan perbankan di daerah ini. Keluhan masyarakat bahwa bunga kredit yang diterapkan Bank Sulut terlalu tinggi dibanding bank lain, langsung dijawab dengan menerapkan bunga berjenjang, yang bila ditotal jumlah ternyata lebih rendah dari bank lainnya.

Wakil Gubernur Sulut DR. Djouhari Kansil

Wakil Gubernur Sulut DR. Djouhari Kansil meresmikan launching Call Centre 14004 Bank Sulut, bersama Direksi - Komisaris Banka Sulut dan Direksi Bank Mega.

Tak hanya itu, penalty bunga saat balipa yang juga menjadi salah satu keluhan utama masyarakat, kini hanya dihitung dari sisa pinjaman. Sementara, biaya administrasinya tidak lagi dihitung berdasarkan jumlah pinjaman, namun sudah diseragamkan menjadi Rp 100.000. ‘’Pokoknya mau pinjamn berapapun, biaya administrasinya cuma begitu,’’tambah Salibana.
Dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank Sulut satu-satunya bank yang memberikan pinjaman tanpa agunan, dan cukup direkomendasi pemimpin agamanya masing-masing. Bahkan untuk anggota PKK, cukup direkomendir ketua tingkat provinsi.

Direktur UTama Bank Mega, Johanes B. Kendarto menandatangani kesepakatan kredit channeling senilai Rp 500 m iliar dengan Bank Sulut, disaksikan jajaran Direksi - Komisaris Bank Sulut dan Direksi Bank Mega.

Menurut Salibana, langkah untuk mengembangkan sektor-sektor produktif ini tidak saja dilakukan dengan menambah jaringan kantor dan ATM, namun juga menyiapkan dana yang lebih besar lagi. Sektor pertanian dan UMKM kini diberi porsi yang lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan diperbesarnya kredit produktif.
Ternyata, di usianya yang makin matang, Bank Sulut sudah melakukan banyak hal bagi Sulawesi Utara dan Gorontalo, sehingga tak berlebihan bila segenap jajaran Bank Sulut menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua stakeholders Bank Sulut. Viva Bank Sulut, jayalah Sulawesi Utara dan Gorontalo.***

Kini Lebih Baik

Penyerahan hadiah utama Tabungan Simpeda

Penyerahan hadiah utama Tabungan Simpeda yang diraih nasabah Bank Sulut Cabang Pembantu Ratahan dan Cabang Gorontalo; oleh Direktur Operasional Jantje Kaunang dan Direktur Pemasaran Novie Kal

PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara atau dikenal dengan Bank Sulut didirikan sebagai Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara-Tengah berdasarkan sertifikat No. 88 pada tanggal 17 Maret 1961 oleh Raden Hadiwido, pengganti notaris dari Raden Kardiman di Jakarta.

Kemudian telah ditetapkan dengan Undang-undang Perubahan Anggaran Dasar Nomor 22 tangga 4 Agustus 1961 oleh Notaris Raden Kardiman di Jakarta, dan UU Perubahan Anggaran Dasar No 46 pada tanggal 10 Oktober 1961 oleh Raden Hadiwido sebagai pengganti dari Raden Kadiman yang telah disahkan dari Departemen Kehakiman, Republik Indonesia dengan Peraturan No JA5/109/6 pada tanggal 13 Oktober 1961.

Turnamen Golf Bank Sulut

Sebagian peserta Turnamen Golf Bank Sulut foto bersama Direksi Bank Sulut sebelum bertanding.

Berdasarkan Konstitusi, Nomor 13 Tahun 1962 tentang Peraturan Dasar Bank Pembangunan Daerah, dan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang reformasi provinsi Sulawesi Utara berubah menjadi Perusahaan Daerah Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara sesuai Peraturan Daerah pada tanggal 2 Juni 1964 dengan perubahan dan diubah berdasarkan Peraturan lokal no. 1, 1999 tentang perubahan perusahaan Bank Pembangunan Daerah menjadi Perseroan Terbatas.

Sebagai Perseroan Terbatas, maka pendirian Bank Sulut ditetapkan dalam akta notaris No 7 pada April 14, 1999 dibuat di hadapan Notaris Joanes Tommy Lasut, SH., di Manado disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-8296.HT.01.01.TH’99 tanggal 19 mei 1999 dan telah diterbitkan pada Lembaran Negara Nomor 63 pada tanggal 6 Agustus 1999 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor 4722. Modal dasar diputuskan Rp. 100 miliar dengan kepemilikan dari Provinsi, Kabupaten, dan Kota itu.

Pemegang Saham Seri A maksimum sebesar 55% dan Seri B dengan pihak ketiga termasuk Koperasi maksimum 45%. Saham yang telah menyelam ke Serie A 550.000 total dengan point@ Rp.100.000 nominal,- ( seratus juta rupiah ) dan Seri B Sebagai point@ Rp. 100.000 450.000 dengan nominal,- (seratus juta rupiah).

Perubahan bentuk badan hukum Bank Sulut adalah suatu keharusan dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan mengikuti program rekapitalisasi perbankan sebagai akibat dari wajah Bank Sulut risiko kewajiban modal minimum (KPMM) kurang dari 8%.

Menurut Peraturan Daerah Nomor 84 1998 tentang Program Rekapitalisasi Bank Umum, Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia No. 135/KMK.017/1999 dan No.32/17/KEP/GBI tanggal 9 April 1999, Bank Sulut telah menandatangani Perjanjian Rekapitalisasi. Pada tahun 2004, Pemerintah Indonesia melalui Departemen Keuangan telah mendivestasi objek keadaan Bank Sulut berdasarkan Perjanjian Jual Seluruh Saham Negara dan Pelunasan Obligasi Negara pada Bank Sulut Terbatas Inc pada tanggal 30 Juni 2004.

Setelah Bank Sulut melepaskan diri dari program rekapitalisasi perbankan, itu beberapa perubahan pada patung yang berkaitan dengan struktur kepemilikan saham setelah divestasi Negara, dan terakhir meningkatkan Modal dasar dari Rp. 100 miliar menjadi Rp. 300 miliar yang telah disejui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Republik Indonesia Nomor C- 24640HT.01.04.TH.2006 pada tanggal 23 Agustus 2006 telah diumumkan dalam lembaran Negara pada tanggal 23 Oktober 2006 Nomor 85 tambahan nomor. 11432/2006.  Kini, Bank Sulut memasuki era baru dengan masuknya CT Corp milik taipan Chairul Tandjung, sebagai salah satu pemegang saham.

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading