Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Nusa Utara

Ulat Gantung Serang Tanaman Sayur Petani Sangihe

Redaksi Manado Today   |   10 Juli 2012 – 21:15 WITA

TAHUNA (manadotoday.com) – Jika sebelumnya ratusan pohon kayu nantu milik petani di tiga kampung di Kecamatan Tabukan Utara diserang ulat jengkal. Kini giliran tanaman sayuran kol, tomat dan cabe milik petani di Kampung Malamenggu Kecamatan Tabukan Selatan, diserang hama jenis ulat gantung.

Akibatnya, para petani tersebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, karena mengalami gagal panen akibat serangan hama ulat gantung gantung.

Para petani mengaku sangat kaget melihat fenomena ulat gantung yang menyerang tanaman mereka. Sementara upaya pembasmian yang dilakukan para petani ini tak membuakan hasil, sebab ulat gantung ini tetap saja muncul keesokan harinya dan memakan tanaman milik para petani tersebut.

Dari data yang diperoleh manadotoday menyebutkan, sudah sekitar sembilan hektar tanaman sayur kol, tomat dan cabe, diserang ulat gantung.

Bupati Sangihe, Drs HR Makagansa MSi, setelah mendapat laporan adanya serangan hama ulat gantung, langsung mendatangi kelompok tani di Kampung Malamenggu.

Bupati yang turut didampingi Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (P3K) Ir Barto Lino, langsung berdialog dengan para petani yang tampak kebingunan dengan keberadaan ulat gantung yang merusak tanaman mereka.

Pada kesempatan itu, Bupati langsung memerintahkan kepada Kadis P3K, untuk segera melakukan pembasmian hama ulat gantung secara tutas.

“Saya minta, Kadis P3K untuk segera melakukan pembasmian hama ulat yang memakan tanaman petani ini hingga tuntas, agar kerugian yang diakibatkan hama ulat tersebut bisa diminimalisir,” ujar Bupati.

Sementara itu, Petugas Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulut, Ir Yusak Wongkar mengatakan, salah satu penyebab munculnya hama ulat gantung tersebut karena kurangnya pupuk kandang yang digunakan para petani.

Sedangnkan solusinya, menurut Wongkar, adalah penerapan pestisida berupa Pures dan bektesein. (nal)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading