Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Minahasa Tenggara

Usai Salak, Tanaman Holtikultura Mitra Merugi Rp. 3,5 M

Staff Manado Today   |   6 Juli 2011 – 22:25 WITA
tanaman gagal panen

Debu Vulkanik Soputan membuat sejumlah sektor pertanian merugi

Ratahan Today – Bukan hanya Salak yang mengalami kerugian milyaran rupiah pasca debu vulkanik menghantam Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Sejumlah sektor pertanian lainnya juga mengalami kerugian.

Paling menonjol ada pada hasil pertanian, Jagung dan Cabai, dimana masing-masingnya mengalami kerugian hingga Rp1,194 Milyar dan Rp1,3 Milyar.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Mitra, seluas 211 hektar tanaman Padi yang ada diwilayah Touluaan mengalami kerugiaan hingga Rp3,5 milyar sekali panen, dengan jenis kerusakan ringan dan sedang.

Dimana setiap hektarnya menghasilkan 3.060 kilogram beras dengan harga Rp 5..500 dan dihasilkan sebanyak Rp3,5 Milyar.

Sedangkan tanaman Cabai merugi sebesar Rp1,3 milyar pada lahan seluas 23, 25 hektar yang ditanami sebanyak 230.250.000 pohon. Total kerusakan mencapai 46.500.000 kilogram atau sekitar 46,5 ton. Nilai kerugian jika dihitung harga cabai saat ini yakni Rp30.000 per kilogramnya, akan mencapai kerugian panen sebesar Rp1,3 Milyar.

Tanaman Jagung menjadi urutan ketiga terbesar dalam kerugian tersebut karena mengalami gagal panen pada 99,5 hektar di wilayah Touluaan dan Pasan dengan Jenis kerusakan ringan, sedang dan berat. Setiap hektarnya menghasilkan 4.000 kilogram dengan harga Rp3.000 per kilogramnya dan dihasilkan sebanyak Rp1,194 Milyar.

Kerugian pasca debu vulkanik Gunung Soputan tersebut belum dihitung dengan kerusakan lainnya, termasuk buah-buah lainnya selain Salak. Kepala Dispertanak Mitra Ir B Adrianus Tinungki MEng ketika dimintai keterangannya menyatakan, hal ini merupakan hasil survey Tim Dispertanak, pihak kecamatan dan desa/kelurahan serta BP3K di kecamatan Se-Kabupaten Mitra serta informasi masyarakat, pasca letusan Gunung Soputan beberapa waktu lalu.

“Ini merupakan hasil tim di lapangan sebagai referensi instansi ini pasca debu vulkanik Gunung Soputan yang dirasakan masyarakat di Kabupaten Mitra, ”ungkap Tinungki. (vel)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading